Artikelnya MuslimPergi

Insya Allah informasi yang kami berikan bisa bermanfaat bagi para pembacanya.

Keistimewaan Kota Madinah yang Harus Anda Ketahui

Madinah adalah salah satu kota suci bagi umat Muslim. Kota dengan segala keistimewaan yang hanya ada disana. Dahulu, Madinah bernama Yatsrib, kota dimana Nabi Muhammad melakukan hijrah. Banyak peristiwa bersejarah di Islam yang terjadi di kota ini.

Selain itu ada banyak keistimewaan di kota ini, diantaranya:

Keistimewaan Kota Madinah


1. Masjid Nabawi yang berada di Madinah dibangun dengan tangan Rasulullah dibantu para sahabat. Masjid ini merupakan masjid terakhir para nabi dan masjid Nabi.

2. Madinah adalah Tanah Haram dan tempat yang aman. Dajjal pun tidak masuk ke dalamnya.

3. Rasulullah banyak mendoakan Madinah. Terdapat banyak berkah yang berlipat ganda seperti yang terdapat di Makkah.

4. Madinah dan Makkah dapat menggantikan posisi Masjidil Aqsha bagi orang yang bernadzar untuk melaksanaan salat atau itikaf di Masjidil Aqsha. Tidak ada yang dapat menggantikan selain Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

5. Karen kesucian kota Madinah, maka dosa kecil di kota ini akan dicatat sebagai dosa besar. Hal ini berdasarkan sabda Rasullah, dosa dalam sabda beliau tersebut juga mencakup dosa kecil. Oleh sebab itu, dosa kecil akan dibalas dengan balasan dosa besar karena kecerobohan dan sikap orang yang meremehkan berbuat dosa di kota Madinah.

6. Beribadah sholat di Masjid Nabawi lebih utama 1000 kali pahala dari Masjid lain selain Masjidil Haram. Selain itu, mereka yang sholat 40 kali waktu berturut – turut di Masjid Nabawi akan dibebaskan dari siksa api neraka, dijauhkan dari siksa dan kemunafikan.

7. Siapa yang salah 40 kali waktu secara berturut-turut di Masjid Nabawi akan dibebaskan dari api neraka, diselamatkan dari siksa dan dijauhkan dari kemunafikan.

8. Kiblat di masjid Nabawi dan masjid Quba (keduanya di Madinah) merupakan kiblat yang paling lurus di muka bumi selain Masjidil Haram.

 

Sumber: Okezone.com


Tag: kota madinah, keistimewaan

Evaluasi Kebijakan Penyelenggaraan Umroh oleh Kemenag

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyatakan akan melakukan evaluasi kebijakan penyelenggaraan umroh dalam masa pandemi.

"Nanti akan kita evaluasi lagi. Tentu sambil berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 supaya penyelenggaraan umroh tetap aman bagi jemaah," ujar Menag Yaqut saat menerima perwakilan asosiasi-asosiasi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh (PPIU) di Kantor Kementerian Agama, Senin (15/2/2021).

Fenomena buka tutup kebijakan penyelenggaraan umroh di masa pandemi menjadi hal yang lumrah sebagai bukti keseriusan pemerintah Arab Saudi.

Menag yang sering disapa dengan panggilan Gus Yaqut juga mengajak seluruh pihak memanfaatkan momen penutupan akses umroh ini untuk melakukan evaluasi. "Jadi nanti kalau Saudi sudah membuka kembali akses umrah, kita sudah bisa betul-betul siap," tutur Menag yang didampingi Direktur Bina Umroh dan Haji Khusus Kemenag Arfi Hatim.

Ia juga mengingatkan PPIU agar dapat membantu pemerintah untuk menyukseskan kebijakan penyelenggaraan umroh di masa pandemi.

"Kami benar-benar meminta PPIU untuk dapat mengedukasi jemaah Indonesia bila nanti umroh dibuka lagi. Jangan sampai saat di tanah suci, jemaah masih ada yang kedapatan coba-coba tidak menaati protokol kesehatan. Menurut laporan, masih banyak yang ketahuan melanggar di sana," pesan Menag.

Selain itu, yang paling penting adalah untuk terus memberi edukasi kepada para calon jemaah umroh mengenai disiplin protokol kesehatan. Gus Yaqut menambahkan, ia berharap jemaah umroh Indonesia bisa menjadi contoh bagi jemaah lainnya di dunia.


Sumber: news.detik.com


Tag: berita umroh, kebijakan, pandemi

Tips Sukses Bisnis Travel Haji dan Umroh di Era Digital

Seperti namanya saja, era digitalisasi tentu memanfaatkan teknologi. Dari kegiatan berskala kecil hingga besar, lebih mudah dilakukan secara otomatis tentunya dengan teknologi. Apalagi zaman modern seperti sekarang, semuanya terasa mudah dengan bantuan digital. Hal ini membuat Anda mau tidak mau harus beradaptasi dengan berkembangnya digitalisasi ini agar tidak ketinggalan zaman. 

Di era digital ini, ada banyak strategi bisnis baru yang marak berkembang dengan memanfaatkan teknologi. Seperti yang kita tau, teknologi bukanlah suatu hal yang membingungkan, sebaliknya teknologi sangat membantu untuk mempermudah pekerjaan manusia. Cobalah untuk mulai memanfaatkan teknologi dalam melakukan pekerjaan Anda. 

Menggunakan Digital Marketing


Digital Marketing menjadi media promosi yang ampuh untuk memasarkan produk atau jasa yang Anda tawarkan. Dengan metode ini, Anda dapat mencakup seluruh kalangan hanya dalam memanfaatkan teknologi dan internet. Anda pun dapat menggunakan jasa digital marketing agency yang bisa membantu Anda memasarkan bisnis Anda, pun tentunya dengan merogoh kocek yang tidak sedikit. Dengan begitu, Anda tidak perlu bingung untuk melakukan kegiatan pemasaran. Adapun teknik pemasaran dalam digital marketing seperti search engine optimization (SEO), billboard eletronik, dgital advertising, email marketing dan lainnya. 

Metode Aplikasi


Penggunaan aplikasi sekarang tak hanya untuk media sosial saja, namun telah mencakup banyak hal lainnya seperti aplikasi untuk buku kas, aplikasi e-commerce, dan masi banyak lagi. Dengan adanya aplikasi-aplikasi ini dapat membantu bisnis Anda untuk lebih maju dan berkembang. Apalagi bila Anda ingin melaksanakan ibadah umroh, tak perlu pergi mencari biro yang letaknya jauh dan belum lagi memikirkan biaya transportasi. Ada aplikasi terbaik untuk Anda bernama Muslim Pergi, yang memberikan kemudahan untuk para jamaah yang ingin melakukan ibadah umroh dan haji.

Para Agen juga dimudahkan dengan fitur aplikasi untuk Agen. Fitur ini difungsikan untuk meningkatkan efektifitas dan optimalisasi kinerja Agen biro travel Umroh anda. Sekarang, Agen tidak perlu menggunakan cara lama untuk memberikan dengan menggunakan brosur, pamflet, atau bertatap secara langsung. Karena sekarang semua dapat dilakukan dengan aplikasi.

Dengan menggunakan MuslimPergi para Agen dapat dengan mudah memberikan informasi detail kepada para jamaah. Agen juga tidak perlu meminta atau menunggu informasi dari pusat Biro karena data yang tertera sudah terintegrasi secara up to date.

Juga di Muslim Pergi para Agen dapat dengan mudah memberikan informasi Itinerary kepada jamaah. Itinerary juga dengan mudah di share via Whatsapp dan beberapa aplikasi lainnya dengan kebutuhan anda.

Download aplikasinya di App Store atau Google Play, bisa juga kunjungi Instgramnya di @MuslimPergi.


Tag: bisnis, travel umroh dan haji, tips

Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Steril dari COVID-19

Pihak Arab Saudi tengah berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga dua masjid suci di Arab Saudi yakni Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Khususnya agar tidak tertembus oleh COVID-19.

Hal itu diungkapkan dalam sebuah simposium bertajuk 'Upaya Kerajaan Arab Saudi dalam melayani peziarah dan pengunjung selama pandemi corona' seperti dilansir detikTravel dari situs Haramain Sharifan, Kamis (11/2/2020).

Dijelaskan oleh Presiden yang mengurus kedua masjid suci, Sheikh Abdurrahman bin Abdul Aziz bin Muhammad as-Sudais, bahwa pihak Kerajaan Arab Saudi telah melakukan segala bentuk pencegahan untuk memerangi COVID-19.

"Segala bentuk pencegahan yang telah diambil oleh Kerajaan Arab Saudi dalam memerangi pandemi COVID-19 telah menunjukkan, bahwa Arab Saudi menjadi contoh dalam menangani krisis dan manajemen bencana. Termasuk menangani penyakit dan pandemi. Itu telah ditangani dengan kemampuan penuh, kompetensi dan profesionalisme," ujar Sheikh As-Sudais.

Atas bentuk pencegahan yang ketat tersebut, As-Sudais juga meyakinkan publik dan semua pihak terkait keamanan dari dua masjid suci yang dijaganya tersebut. Yakni Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Dia pun mengatakan tidak ada kasus Covid-19 di antara jamaah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

"Satu-satunya tempat di dunia di mana pandemi tak dapat menjangkaunya adalah kedua masjid suci. Kita berdoa bahwa Allah menjaga pemimpin negara ini, secara telah mengimplementasikan sejumlah pencegahan dan upaya perlindungan pada dua masjid suci," tambahnya.

Jawaban As-Sudais itu sekaligus meyakinkan para jamaah, terkait keamanan dari kedua masjid suci. Bahwa sejatinya, kedua masjid suci sangat aman dan terlindung dari COVID-19.

Diketahui, simposium itu juga dihadiri oleh Pemerintah Madinah, Mufti agung, penasihat pengadilan Kerajaan Arab Saudi, khatib Masjidil Haram, Menteri Kesehatan Arab Saudi serta Dirut Keamanan Haji dan Umrah.


Sumber: detikTravel.com


Tag: berita, pandemi, mekah dan madinah

Share Moment Ibadah Umrah bersama MuslimPergi

Ketika Anda pergi beribadah ke Tanah Suci, Anda pasti tidak ingin melewatkan setiap peristiwa yang terjadi disana. Momen ini ditangkap bisa dengan mengabadikannya dengan foto atau video, baik untuk pribadi, diunggah ke akun media sosial, atau bisa jadi dibagikan kepada sesama jamaah.

Oleh sebab itu, Muslim Pergi selain menjadi Biro Umrah yang terpercaya juga menawarkan fitur yang berguna demi kemudahan jamaah untuk mengabadikan peristiwa di Tanah Suci tersebut. Anda bisa bebas merekam dan mengabadika peristiwa dengan fitur yang bernama Share Moment pada aplikasi Muslim Pergi yang bisa di download di App Store atau Google Play.

Anda dapat berbagi persitiwa selama menjalani ibadah Umroh bersama para jamaah lainnya. Tak perlu khawatir, file foto dan video Anda akan otomatis tersimpan pada perangkat Anda. Dengan adanya fitur ini, Anda dapat dengan mudah membagikan setiap momen berharga sebagai kenang-kenangan ketika berada di Tanah Suci. 

Yuk Share Moment ibadah umrah bersama Muslim Pergi!

Tag: fitur muslim pergi

Dunia Untuk Akhirat

Dari Anas ra, bahwasannya Rasulullah SAW. telah bersabda, "Bukanlah yang terbaik diantara kamu orang yang meninggalkan urusan dunia karena mengejar urusan akhirat, dan bukan pula orang yang terbaik orang yang meninggalkan akhiratnya karena mengejar urusan dunianya, sehingga ia memperoleh kedua-duanya, karena dunia itu adalah perantara yang menyampaikan ke akhirat, dan janganlah kamu menjadi beban orang lain."

Hadits berikut menjelaskan bahwa kehidupan manusia harus seimbang. Utamakanlah dunia dan akhirat, dan janganlah Anda berat pada salah satunya. Islam tidak mengajarkan umatnya untuk melalaikan akhirat dan mengejar dunia, begitu pun dengan mengutamakan akhirat dan melupakan kehidupan dunia. Akhirat dan dunia harus selaras.

Seperti yang kita ketahui, manusia tak pernah puas dengan apa yang dimiliki. Selalu tak bersyukur dengan dan menginginkan lebih. Itulah mengapa dunia begitu menggiurkan, dunia akan terus menggoda manusia dengan harta dan tahta. Dunia menawarkan sejumlah kenikmatan yang fana, hingga membuat manusia tergiur akan hal-hal tersebut.

Inilah mengapa sangat dianjurkan dunia dan akhirat untuk berjalan selaras dan saling berkesinambungan. Sebab khawatir bila manusia akan terlalu tenggelam pada kenikmatan dunia hingga melalaikan akhirat yang kekal.  Bila Anda sudah tenggelam dalam lautan dunia, akan sulit untuk kembali ke permukaan.

Bagaimana Agar Dunia dan Akhirat Selaras?


1. Jadikanlah Akhirat sebagai Tujuan

Dari Zaid bin Tsabit radhiyallahu ‘anhu beliau berkata: Kami mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

(( مَنْ كانت الدنيا هَمَّهُ فَرَّق الله عليه أمرَهُ وجَعَلَ فَقْرَهُ بين عينيه ولم يَأْتِه من الدنيا إلا ما كُتِبَ له، ومن كانت الآخرةُ نِيَّتَهُ جَمَعَ اللهُ له أَمْرَهُ وجَعَلَ غِناه في قَلْبِه وأَتَتْهُ الدنيا وهِيَ راغِمَةٌ

“Barangsiapa yang (menjadikan) dunia tujuan utamanya maka Allah akan mencerai-beraikan urusannya dan menjadikan kemiskinan/tidak pernah merasa cukup (selalu ada) di hadapannya, padahal dia tidak akan mendapatkan (harta benda) duniawi melebihi dari apa yang Allah tetapkan baginya. Dan barangsiapa yang (menjadikan) akhirat niat (tujuan utama)nya maka Allah akan menghimpunkan urusannya, menjadikan kekayaan/selalu merasa cukup (ada) dalam hatinya, dan (harta benda) duniawi datang kepadanya dalam keadaan rendah, hina (tidak bernilai di hadapannya)“

2. Berusaha Memperbaiki Kehidupan Dunia

Allah SWT. berfiman pada surat Al-Qashash Ayat 77,

وَٱبْتَغِ فِيمَآ ءَاتَىٰكَ ٱللَّهُ ٱلدَّارَ ٱلْءَاخِرَةَ ۖ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ ٱلدُّنْيَا ۖ وَأَحْسِن كَمَآ أَحْسَنَ ٱللَّهُ إِلَيْكَ ۖ وَلَا تَبْغِ ٱلْفَسَادَ فِى ٱلْأَرْضِ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ ٱلْمُفْسِدِينَ

”Dan janganlah kamu melupakan kebahagiaanmu dari kenikmatan duniawi dan berbuat baiklah kepada orang lain sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu"

Ayat di atas menjelaskan bahwa Allah memerintahkan umat Islam untuk berusaha untuk menyeimbangkan dunia dan akhirat. Meskipun kebahagiaan dan kenikmatan dunia bersifat sementara tetapi dunia tetaplah penting, karena dunia adalah ladangnya akhirat.

Allah menciptakan dunia dan seisinya adalah untuk manusia, sebagai sarana menuju akhirat. Allah juga menjadikan dunia sebagai tempat ujian untuk mengetahui siapa yang paling baik amalnya, serta siapa yang paling baik hati, bagi manusia.

Manusia seringkali mengabaikan kewajibannya dan mementingkan ambisinya untuk mengejar harta dan tahta. Karena itu Allah mengingatkan bahwa selamanya manusia akan terhina dan merugi, jika tidak memperbaiki hubungannya dengan Allah (hablun minallah) dan dengan sesamanya-manusia (hablun minannaas).

3. Menjaga Lingkungan

Allah SWT menegur kita sebab banyak manusia yang sudah tak peduli pada kelestarian lingkungan di muka bumi, firmanNya; "Maka mengapa tidak ada dari umat-umat yang sebelum kamu orang-orang yang mempunyai keutamaan yang melarang daripada (mengerjakan) kerusakan di muka bumi, kecuali sebahagian kecil " (QS. Huud ayat 116).  

Sebagai sarana hidup, alam perlu dilestarikan. Namun banyak yang manusia serakah yang mengekspoitasi alam demi kepentingan mereka sendiri, dan menyengsarakan manusia lainnya. Allah SWT sangat melarang manusia untuk membuat kerusakan di bumi. Boleh untuk mengelola, namun jangan merusaknya.

 
Tag: dunia, akhirat, iman kepada Allah

Ciri Taqwa dalam Al-Qur’am

Hampir pada setiap acara pengajian atau cemarah, kita pasti mendengar kata taqwa. Bagi orang muslim pasti Anda sudah tak asing dengan kata itu. Taqwa sendiri berarti menjaga perintah Allah dan menghindari laranganNya.

Taqwa berarti taat kepada Allah, mengikuti segala perintahNya dan menjauhi apa yang dilarang. Seseorang yang bertaqwa akan selalu mendapat rahmat dan hidayah dari Allah SWT. Dalam Al-Qur’an telah dijelaskan bagaimana ciri orang bertaqwa, salah satunya adalah beriman kepada Allah dan selalu berbuat kebajikan.


Ciri Orang yang Bertaqwa menurut Al-Qur’an


1. Beriman kepada yang Ghaib, Mendirikan shalat, dan berinfaq

ٱلَّذِينَ يُؤۡمِنُونَ بِٱلۡغَيۡبِ وَيُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَمِمَّا رَزَقۡنَـٰهُمۡ يُنفِقُونَ

[yaitu] mereka yang beriman kepada yang ghaib yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka, [Q.S. al-Baqarah: 3].

2. Beriman kepada kitab-kitab Allah dan meyakini adanya akhirat.

وَٱلَّذِينَ يُؤۡمِنُونَ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيۡكَ وَمَآ أُنزِلَ مِن قَبۡلِكَ وَبِٱلۡأَخِرَةِ هُمۡ يُوقِنُونَ

dan mereka yang beriman kepada Kitab [Al Qur’an] yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu serta mereka yakin akan adanya [kehidupan] akhirat . (Q.S. al-Baqarah: 4).

3. Beriman kepada: Allah, Hari akhir, para malaikat, kitab-kitab, para nabi; berinfaq, memerdekakan budak, mendirikan shalat, zakat, menepati janji dan sabar.

لَّيۡسَ ٱلۡبِرَّ أَن تُوَلُّواْ وُجُوهَكُمۡ قِبَلَ ٱلۡمَشۡرِقِ وَٱلۡمَغۡرِبِ وَلَـٰكِنَّ ٱلۡبِرَّ مَنۡ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأَخِرِ وَٱلۡمَلَـٰٓٮِٕڪَةِ وَٱلۡكِتَـٰبِ وَٱلنَّبِيِّـۧنَ وَءَاتَى ٱلۡمَالَ عَلَىٰ حُبِّهِۦ ذَوِى ٱلۡقُرۡبَىٰ وَٱلۡيَتَـٰمَىٰ وَٱلۡمَسَـٰكِينَ وَٱبۡنَ ٱلسَّبِيلِ وَٱلسَّآٮِٕلِينَ وَفِى ٱلرِّقَابِ وَأَقَامَ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتَى ٱلزَّڪَوٰةَ وَٱلۡمُوفُونَ بِعَهۡدِهِمۡ إِذَا عَـٰهَدُواْ‌ۖ وَٱلصَّـٰبِرِينَ فِى ٱلۡبَأۡسَآءِ وَٱلضَّرَّآءِ وَحِينَ ٱلۡبَأۡسِ‌ۗ أُوْلَـٰٓٮِٕكَ ٱلَّذِينَ صَدَقُواْ‌ۖ وَأُوْلَـٰٓٮِٕكَ هُمُ ٱلۡمُتَّقُونَ

Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir [yang memerlukan pertolongan] dan orang-orang yang meminta-minta; dan [memerdekakan] hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar [imannya]; dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa. (Q.S.al-Baqarah: 177).

4. Berinfaq di waktu lapang atau sempit, menahan amarah, dan pemaaf.

ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ فِى ٱلسَّرَّآءِ وَٱلضَّرَّآءِ وَٱلۡڪَـٰظِمِينَ ٱلۡغَيۡظَ وَٱلۡعَافِينَ عَنِ ٱلنَّاسِ‌ۗ وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلۡمُحۡسِنِينَ

[yaitu] orang-orang yang menafkahkan [hartanya], baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan [kesalahan] orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. (Q.S. Ali-Imran: 134)

وَٱلَّذِينَ إِذَا فَعَلُواْ فَـٰحِشَةً أَوۡ ظَلَمُوٓاْ أَنفُسَہُمۡ ذَكَرُواْ ٱللَّهَ فَٱسۡتَغۡفَرُواْ لِذُنُوبِهِمۡ وَمَن يَغۡفِرُ ٱلذُّنُوبَ إِلَّا ٱللَّهُ وَلَمۡ يُصِرُّواْ عَلَىٰ مَا فَعَلُواْ وَهُمۡ يَعۡلَمُونَ

5. Berpuasa Ramadhan

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ كُتِبَ عَلَيۡڪُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِڪُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, (Q.S.al-Baqarah:183)

6. Tidak Silau Keindahan duniawi

زُيِّنَ لِلَّذِينَ كَفَرُواْ ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَا وَيَسۡخَرُونَ مِنَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ‌ۘ وَٱلَّذِينَ ٱتَّقَوۡاْ فَوۡقَهُمۡ يَوۡمَ ٱلۡقِيَـٰمَةِ‌ۗ

Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu lebih mulia daripada mereka di hari kiamat (Q.S.al-Baqarah: 212).

7. Selalu berbuat kebajikan.

وَمَا يَفۡعَلُواْ مِنۡ خَيۡرٍ۬ فَلَن يُڪۡفَرُوهُ‌ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمُۢ بِٱلۡمُتَّقِينَ

Dan apa saja kebajikan yang mereka kerjakan, maka sekali-kali mereka tidak dihalangi [menerima pahala] nya; dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang bertakwa. (Q.S. Ali Imran:115).

8. Bersegera kepada ampunan Allah.

وَسَارِعُوٓاْ إِلَىٰ مَغۡفِرَةٍ۬ مِّن رَّبِّڪُمۡ وَجَنَّةٍ عَرۡضُهَا ٱلسَّمَـٰوَٲتُ وَٱلۡأَرۡضُ أُعِدَّتۡ لِلۡمُتَّقِينَ

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (Q.S. Ali Imran: 133)

9. Selalu mengingat Allah dan memohon ampun atas dosa-dosanya.

وَٱلَّذِينَ إِذَا فَعَلُواْ فَـٰحِشَةً أَوۡ ظَلَمُوٓاْ أَنفُسَہُمۡ ذَكَرُواْ ٱللَّهَ فَٱسۡتَغۡفَرُواْ لِذُنُوبِهِمۡ وَمَن يَغۡفِرُ ٱلذُّنُوبَ إِلَّا ٱللَّهُ وَلَمۡ يُصِرُّواْ عَلَىٰ مَا فَعَلُواْ وَهُمۡ يَعۡلَمُونَ

Dan [juga] orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri , mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. (Q.S.Ali-Imran: 135).

10. Bersabar saat diuji harta dan dirinya.

لَتُبۡلَوُنَّ فِىٓ أَمۡوَٲلِڪُمۡ وَأَنفُسِڪُمۡ وَلَتَسۡمَعُنَّ مِنَ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡكِتَـٰبَ مِن قَبۡلِڪُمۡ وَمِنَ ٱلَّذِينَ أَشۡرَكُوٓاْ أَذً۬ى كَثِيرً۬ا‌ۚ وَإِن تَصۡبِرُواْ وَتَتَّقُواْ فَإِنَّ ذَٲلِكَ مِنۡ عَزۡمِ ٱلۡأُمُورِ

Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. Dan [juga] kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan. (Q.S. Ali Imran: 186).

Sumber: percikaniman.org


Tag: taqwa, ciri taqwa, al-qur'an

Keutamaan Kalimat Tauhid

Kalimat Tauhid menjadi kalimat yang paling mulia dengan kedudukan paling tinggi. Makna dari kalimat tersebut adalah makhluk diciptakan, para Rasul diutus dan kitab-kitab diturunkan. Dengan kalimat itu pula, manusia terbagi menjadi mukmin dan kafir, orang-orang yang beriman penghuni surga dan orang-orang yang sengsara penghuni neraka.

لا إله إلا الله

Yang artinya, Tiada tuhan selain Allah. Adalah kalimat tahlil yang merupakan bagain dari kalimat syahadat, asas dari lima rukun Islam, juga sebagai inti dan seluruh landasan ajaran Islam.

Keutamaan Kalimat Tauhid


Keutamaan kalimat tauhid juga disebutkan dalam Al-Quran yang merupakan dakwah kebenaran. Allah SWT berfirman dalam surat Az-Zukhruf ayat 26-28 yang berbunyi:

إِلَّا الَّذِيْ فَطَرَنِيْ فَإِنَّهٗ سَيَهْدِيْنِ ٢٧ وَإِذْ قَالَ إِبْرٰهِيْمُ لِأَبِيْهِ وَقَوْمِهٖ إِنَّنِيْ بَرَاءٌ مِّمَّا تَعْبُدُوْنَ ۙ ٢٦

وَجَعَلَهَا كَلِمَةً بَاقِيَةً فِيْ عَقِبِهٖ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ ۗ٢٨

Artinya:

"Dan ingatlah ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya, 'Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu sembah, tetapi (aku menyembah) Tuhan Yang menjadikanku. Karena sesungguhnya Dia akan memberi hidayah kepadaku. Dan (Ibrahim) menjadikan kalimat tauhid itu kalimat yang kekal pada keturunannya supaya mereka kembali pada kalimat tauhid itu." (az-Zukhruf: 26-28).

Kalimat tauhid juga mengandung arti tentang ikatan hakiki yang dapat menyatukan para pemeluk agama Islam. Syaikh 'Allamah Muhammad Al-Amin Asy-Syinqithi dalam kitabnya Adhwa' Al-Bayan mengatakan, "Walhasil, ikatan hakiki yang menyatukan manusia yang terpecah dan menghimpun ketika berselisih ialah ikatan La Illaha Illallah."

Dalam kitab Al-Musnad terdapat riwayat dari Abu Dzar r.a, ia berkata, "Aku bertanya, 'Ya Rasulullah, ajari aku satu amal yang mendekatkanku ke surga dan menjauhkanku dari neraka' Nabi menjawab, 'Apabila kau telah berbuat dosa, maka kerjakanlah kebaikan, karena pahalanya adalah sepuluh kali lipatnya.' Aku bertanya, 'Ya Rasulullah, apakah di antara perbuatan baik itu adalah kalimat La Illaha Illallah?' Beliau menjawab, 'Ya kalimat ini merupakan yang paling baik." (Al-Wabil Ash-Shayyib, hlm 145).


Tag: tauhid, keutamaan tauhid

Bagaimana Agar Tetap Istiqomah di Jalan Allah

Allah SWT menciptakan manusia dan seluruh makhluk hidup lainnya dengan diperintahkan untuk senantiasa beribadah dan tunduk pada-Nya. Namun seringkali kita melalaikan ibadah-ibadah tersebut, dan cenderung mengabaikan segala perintah-Nya dengan lebih mementingkan duniawi. Hal ini bisa diakibatkan karena kemalasan, hawa nafsu atau godaan syaitan yang menyebabkan kita lalai akan kewajiban kita yang sesungguhnya.

Padahal nikmat Allah SWT pada hambaNya sangat tak terbatas. Di antara nikmat yang paling besar adalah nikmat iman dan islam. Demikian juga nikmat istiqomah di atas iman. Seperti ditunjukan pada hadits berikut:

Dari Sufyan bin Abdullâh ats-Tsaqafi, ia berkata: Aku berkata, “Wahai Rasûlullâh, katakan kepadaku di dalam Islam satu perkataan yang aku tidak akan bertanya kepada seorangpun setelah Anda!” Beliau menjawab: “Katakanlah, ‘aku beriman’, lalu istiqomahlah”. [HR Muslim, no. 38; Ahmad 3/413; Tirmidzi, no. 2410; Ibnu Majah, no. 3972].


Keutamaan Istiqomah


Anda pasti sering mendengar kata istiqomah dalam kehidupan sehari-hari. Ketika orang mengatakan istiqomah memang terdengar mudah, namun pada hakikatnya praktek untuk istiqomah ini tidaklah mudah. Ini berkaitan dengan keimanan dan ketaqwaan manusia ketika menjalankan ibadah.

Perintah untuk beristiqomah tatkala beribadah sejalan dengan perintah untuk selalu berada di jalan yang lurus. Sesuai dengan firman Allah SWT dalam ayat berikut:

فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ وَمَنْ تَابَ مَعَكَ وَلَا تَطْغَوْا ۚ إِنَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Artinya:

“Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (Qs Hud : 112)

Serta didalam ayat yang lain Allah SWT berfirman:

 إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ ﴿١٣﴾ أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ خَالِدِينَ فِيهَا جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ 

Artinya:

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Rabb kami ialah Allâh”, kemudian mereka tetap istiqomah (teguh pendirian dalam tauhid dan tetap beramal yang shalih) maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita. Mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.” [al-Ahqâf /46:13-14].


Cara Agar Tetap Istiqomah


Seperti yang kita ketahui bahwa istiqomah tidaklah mudah untuk dilakukan, maka dari itu inilah cara agar kita dapat istiqomah. Setidaknya ikhtiar kita senantiasa mengarah pada keistiqomahan walaupun ujian tentu pasti akan datang.

Meluruskan Niat dan Tujuan

Ketika menjalankan ibadah, hal yang paling utama dilaksanakan adalah niat. Dengan Anda baru saja memiliki niat yang baik, niscaya Allah SWT telah menghitung itu sebagai sebuah kebaikan. Seperti yang tertulis pada hadits berikut.

“Sesungguhnya setiap amalan hanyalah tergantung dengan niat-niatnya dan setiap orang hanya akan mendapatkan apa yang dia niatkan, maka barangsiapa yang hijrahnya kepada Allah dan RasulNya maka hijrahnya kepada Allah dan RasulNya dan barangsiapa yang hijrahnya karena dunia yang hendak dia raih atau karena wanita yang hendak dia nikahi maka hijrahnya kepada apa yang dia hijrah kepadanya”. (HR Bukhari dan Muslim)

Mengamalkan Al-Quran 

Dengan membaca dan mengamalkan Al-Quran, kita dapat termotivasi dan memiliki arah serta tujuan yang tepat untuk tetap istiqomah di jalan Allah. Mengamalkan Al-Quran dapat membuat kita semakin yakin bahwa Allah itu ada, dan Islam itu benar.

Allah berfirman dalam Surah An-Nahl ayat 102:

قُلْ نَزَّلَهُ رُوحُ الْقُدُسِ مِنْ رَبِّكَ بِالْحَقِّ لِيُثَبِّتَ الَّذِينَ آمَنُوا وَهُدًى وَبُشْرَىٰ لِلْمُسْلِمِينَ

Katakanlah: “Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan Al Quran itu dari Tuhanmu dengan benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)“

Berkawan dengan Orang Sholeh

Dalam sebuah hadis Rasulullah SAW bersabda,

"Seseorang yang duduk (berteman) dengan orang saleh dan orang yang buruk, bagaikan berteman dengan pemilik minyak wangi dan pandai besi. Pemilik minyak wangi tidak akan merugikanmu, engkau bisa membeli (minyak wangi) darinya atau minimal engkau mendapat baunya. Adapun berteman dengan pandai besi, jika engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu hangus terbakar, minimal engkau mendapat baunya yang tidak sedap.” (HR. Imam Bukhari).


Tag: istiqomah, ibadah

Pahala Paling Besar di Mata Allah

Pada hakikatnya, setiap melakukan kebaikan dengan ikhlas dan istiqomah, pasti akan memperoleh pahala yang besar dan berlimpah. Dan tahukah Anda bahwa pada setiap kebaikan itu dapat memberikan pahala yang besar dalam Islam, khususnya di mata Allah SWT? Seperti yang kita ketahui, Agama Islam adalah agama yang bersifat fleksibel, artinya memudahkan seluruh umatnya dalam beribadah dan memperoleh pahala. Maka setiap kebaikan yang dilakukan hanya semata untuk Allah SWT dan Anda juga ikhlas dalam melakukannya, niscaya akan memperoleh pahala yang berlimpah

Hanya Allah SWT yang mengetahui seberapa besar pahala yang diperoleh hambanya dari tiap amalan kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas, tanpa pamrih, tak mengumbar serta dilakukan dengan amalan baik lainnya. Namun tentunya, kita, sebagai manusia biasa tidak akan tahu pahala mana yang memberikan banyak pahala.

Mungkin ada berbagai kegiatan kecil yang menurut kita sepele namun dapat berpengaruh besar dan memberikan pahala yang berlimpah. Seperti contoh, senantiasa tersenyum dan bersikap ramah kepada sesama, atau menolong orang yang sedang kesusahan. Meski dianggap sepele, kegiatan itu dapat bermanfaat bagi orang lain dan menjadi pahala yang besar untuk kita. Tentu, dilakukannya harus penuh keikhlasan dan tanpa pamrih.

Amalan dengan Pahala Berlimpah


1. Senantiasa Berdzikir

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu , bahwa Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : 

سَبَقَ الْمُفَرِّدُوْنَ قَالُوْا: وَمَا الْمُفَرِّدُوْنَ  يَا رَسُوْلَ اللهِ ؟ قَالَ: اَلذَّاكِرُوْنَ اللهَ كَثِيْرًا وَالذَّاكِرَاتُ 

Artinya:

Al-Mufarridûn telah mendahului.” Para sahabat berkata, “Siapa al-Mufarridûn wahai Rasûlullâh?” Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kaum laki-laki dan perempuan yang banyak berdzikir kepada Allâh.” 

Dari hadits di atas, terlihatlah makna al-mufarridun, yaitu orang yang terus-menerus berdzikir kepada Allâh dan menyukainya. Orang yang banyak berdzikir kepada Allâh Azza wa Jalla dengan ikhlas karena Allâh Azza wa Jalla, mengikuti contoh Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan hatinya ingat kepada Allâh Azza wa Jalla dan batas-batas-Nya, maka dia termasuk orang yang bertakwa. 

2. Bersedekah

Hal yang paling istimewa dalam bersedekah adalah memperoleh pahala yberlimpah yang bisa diraih. Sesuai dengan janji Allah yang tercantum dalam Al-Quran mengenai keutamaan bersedekah

“Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki  maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgandakan (pahala) kepada mereka dan bagi mereka pahala yang banyak.” (QS. Al-Hadid: 18). 

Bahkan, dengan sedekah jariyah, seseorang bisa saja terus mendapatkan pahala walau ia telah mati. Amalan ini yang biasa kita kenal dengan shodaqoh jariyah. Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, bahwasannya Rasulullah SAW bersabda,

“Apabila anak cucu Adam itu mati, maka terputuslah semua amalnya kecuali tiga perkara: Shodaqoh jariyah, anak sholeh yang memohon ampunan untuknya (ibu dan bapaknya) dan ilmu yang bermanfaat setelahnya.”

Sedekah tak akan membuat Anda jatuh miskin dan berkurangnya harta yang Anda miliki. Allah SWT adalah Maha Baik, Dia telah berjanji akan melipatgandakannya seperti yang tercantum dalam kutipan Al-Quran berikut.

“Perumpaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai. Pada tiap tangkai ada seratu biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui.”(QS. Al Baqarah: 261).

3. Shalat Tepat Waktu

Diriwayatkan dalam sebuah hadis yang disahihkan oleh Al-Bani dalam Misykaatul Mashaabih (1251), Allah SWT takjub melihat seorang lelaki bangun dari pembaringan dan kasur, kemudian meninggalkan keluarga dan kekasihnya untuk shalat.

"Allah SWT berkata: Wahai malaikat-malaikatku, lihatlah hamba-Ku itu, ia bangun dari pembaringan dan kasurnya, meninggalkan keluarga dan kekasihnya untuk mengerjakan salat karena mengharapkan pahala di sisi-Ku dan merindukan apa yang ada di sisi-Ku.” (HR.Ahmad dan disahihkan oleh Al-Bani dalam Misykaatul Mashaabih (1251))

Karena pentingnya mendahulukan waktu shalat, Rasulullah Saw pernah bersabda: “Terdapat tiga hal yang harus diutamakan oleh seorang Muslim, yaitu: menyegerakan waktu shalat, menikahkan anak gadis di waktunya, dan mengurus jenazah.”

Imam Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan hadis yang berbunyi: “Amalan yang paling dicintai Allah adalah salat tepat pada waktunya, berbakti pada orang tua, dan jihad di jalan Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim). Pahala shalat dalam hadis tersebut jelas yaitu melebihi pahala berbakti kepada kedua orang tua dan pahala jihad.


MuslimPergi dapat Mempermudah Ibadah Anda


Ketika Anda sedang berpergian atau lokasi kerja Anda yang jauh dari masjid atau musholla, mungkin kesulitan untuk mengetahui jadwal sholat. Nah, untuk itu cobalah aplikasi praktis dan efisien ini yang dapat membantu Anda lebih mudah mengetahui kapan waktu shalat tiba dan menyediakan layanan travel umroh dan haji yang terpercaya. Aplikas ini bernama MuslimPergi. Dengan fitur canggih yang dimiliki, MuslimPergi dapat membantu Anda mempermudah ibadah Anda sehari-hari.

Bahkan admin juga semakin dimudahkan dalam pekerjaannya. Fitur unggulan di dalam Muslim Pergi salah satunya yaitu panduan tawaf secara otomatis. Apakah Anda mulai tertarik untuk mencobanya? Segera hubungi kami di Instagram (@muslimpergi) atau kunjungi website www.muslimpergi.com!


Tag: pahala, ibadah

Icon