Image

Lindungi Wisatawan, Saudi Pasang Suar Laser untuk Sinari Jalan di Gurun Nafud

Bagi para wisatawan yang tersesat di padang pasir, rintangan berat untuk mendapati tanah dan air yang aman sering dapat menimbulkan keadaan yang tidak menguntungkan di mana keadaan jadi lebih buruk dari sebelumnya. Tapi Saudi punya ide baru dengan menciptakan suar laser dan tempat berlindung yang aman untuk wisatawan yang tersesat.

Gurun Nafud yang luas di utara Kerajaan dikenali dengan sumber airnya yang sangat jarang. Orang luar yang berpengalaman atau mungkin tidak berpengalaman bisa tersesat di padang pasir yang luas dan gersang. Bahkan juga dengan ketrampilan bertahan hidup yang kuat, tempat tersebut tetap menjadi lokasi yang dingin dan berbahaya.

Mohammad Fohaid Al-Sohaiman Al-Rammali, seorang aktivis lingkungan dan penjelajah, datang dengan ide untuk menempatkan suar cahaya laser di dekat sumber air di gurun seusai mengalami beberapa usaha penyelamatan di wilayah utara Hail.

"Beberapa orang kehilangan nyawa mereka di gurun dekat sumber air karena mereka tidak paham jika sumber air berada di dekat dengan mereka," ucapnya ke Arab News.

Ia menambahkan jika ia memperoleh gagasan saat ia mengetahui jika mereka yang terdampar ada pada kondisi tertekan dan bisa dengan mudah kehilangan sumber air bahkan juga jika mereka merupakan orang luar yang berpengalaman.


Al-Sohaiman menjelaskan jika suar laser malam dipakai supaya siapa saja yang tersesat di gurun bisa melihat sinar pada malam hari dan mengetahui di mana menemukan air.

Idenya mengundang perhatian salah satu pengusaha terkemuka di kawasan itu, yang hendak menginvestasikan cukup uang untuk membangun 100 suar antara Hail dan Jouf. Kerajaan memiliki tiga gurun yang signifikan.

Lanscape luas Arab Saudi terbagi dalam beragam komunitas seperti pegunungan dan lembah, dengan sebagian besar gurun pasir dan berbatu.

Al-Nafud, yang dikenali secara lokal sebagai Nafud Besar, meliputi sekitaran 64.000 km persegi daerah utara Kerajaan.

Team pencarian dan penyelamatan sudah memulai misi penyelamatan yang tidak terhitung jumlahnya di gurun pasir Arab Saudi yang luas selama bertahun-tahun. Yang beruntung diselamatkan dalam waktu 24 jam sesudah tersesat; lainnya kehilangan nyawa karena usaha pencarian air yang tidak berhasil.

Juli lalu, Dhuwaihi Hamoud Al-Ajaleen lenyap di Wadi Al-Dawasir, selatan ibukota Riyadh. Setelah 3 hari pencarian, dia ditemukan beberapa meter dari truknya, meninggal dalam posisi sujud.

Ia berumur 40 tahun dan mengisi mobilnya dengan kayu untuk keluarganya.

Berdasar laporan yang dikeluarkan oleh Enjad, team pencarian dan relawan penyelamatan, tahun lalu ada lebih dari 13.000 kendaraan dilaporkan terdampar di gurun, 7.395 salah satunya di daerah Riyadh, 2.098 di Qassim, 1.335 di Propinsi Timur, 637 di Hail dan 20 di Jouf.

Jumlah orang yang hilang dan terdampar di gurun pasir yaitu 142 orang. 28 orang kehilangan nyawa, 14 orang belum ditemukan, dan 100 sisanya dalam keadaan baik.

Dr Abdulaziz Alshaibani, wakil menteri air di Kementerian Lingkungan Hidup, Air, dan Pertanian, menjelaskan ke Arab News bahwa sumber daya air sudah diikuti sedemikian rupa untuk mencapai tujuan membangun dan mengkoordinasikan distribusi sumber daya.

Ia menambahkan bahwa kementerian berusaha untuk memastikan bahwa suar dialokasikan di beberapa daerah terpencil yang paling membutuhkannya. Kementerian berkomitmen untuk memastikan jika suar bekerja secara benar dan dirawat. Kedalaman sumur air bervariatif dari 150 sampai 1.500 meter, dan tugas permukaan biasanya meliputi area sekitar 60 kali 60 meter, terangnya.

Menteri menjelaskan jika kedalaman sumur air yang ditarget bervariatif dari 1 lokasi ke lokasi lain, tapi mengucapkan jika pengeboran umumnya menargetkan reservoir yang paling produktif di bawah permukaan.

sumber:
saudinesia.com

Muslimpergi
Customer Service

CS MuslimPergi
Assalamu'alaikum 👋

Ada yang bisa kami bantu?
×
Chat with Us