Image

Pro & Kontra Umrah Digital

Terjangan badai teknologi informasi di hampir segala lini kehidupan telah membawa perubahan yang cukup besar dalam kehidupan sehari-hari, tak terkecuali pada aktivitas ibadah umrah. Tapi, rencana melibatkan dua startup besar tanah air dalam layanan umrah ternyata menimbulkan pro & kontra umrah digital.

Pada awal Juli tahun 2019 yang lalu, memang santer terdengar isu bahwa Menteri Komunikasi dan Informasi akan menggaet unicorn Traveloka dan Tokopedia dalam mengembangkan startup umrah digital. Meski bertujuan untuk memudahkan jamaah umrah, rencana ini ternyata merisaukan banyak biro umrah. 

5 Pro & Kontra Umrah Digital di Tanah Air
  1. Keterbukaan Informasi dan Pelayanan Pada Jamaah Umrah
    Salah satu nilai plus yang ditawarkan oleh umrah digital adalah kemudahan dan keterbukaan informasi bagi jamaah umrah. Jamaah umrah dapat lebih mudah memilih paket perjalanan umrah yang diinginkan serta tanggal keberangkatan yang sesuai. 
    Selain itu, integrasi sistem juga dilakukan di dalam umrah digital dengan harapan dapat menciptakan transparansi tata kelola umrah dari mulai keuangan, perjalanan serta hal-hal yang terkait dengan keberangkatan umrah bagi jamaah.
    Hal ini diharapkan dapat mendorong terciptanya kompetisi sehat di antara biro perjalanan umrah tanah air agar pelayanan yang diberikan lebih maksimal dan memudahkan jamaah.  

  2. Perencanaan Potensial Bisnis dengan Tokopedia dan Traveloka
    Meski telah menimbulkan banyak pro & kontra umrah digital di masyarakat, nyatanya rencana tersebut masih dalam tahap penjajakan pengembangan di kedua unicorn besar Indonesia yakni Tokopedia dan Traveloka.
    Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Kerajaan Arab Saudi dan Pemerintah Indonesia sendiri sudah dilakukan tanggal 4 Juli 2019 lalu. Hanya saja, kedua unicorn masih harus mengelaborasi lebih lanjut upaya apa saja yang bisa dilakukan untuk mendukung rencana ini.
    Saat dihubungi terpisah, baik pihak Tokopedia dan Traveloka mengaku bahwa proses kerjasama dan bentuk bisnis yang akan dijalankan tersebut masih dalam pembicaraan (potential business discussion). 

  3. Menciptakan Peluang Baru untuk Berbagai Biro Umrah
    Sejauh ini, informasi yang beredar di masyarakat menunjukkan bahwa kedua unicorn tersebut tidaklah menjadi penyelenggara utama dari aktivitas peribadahan umrah jamaah dari Indonesia. Hal ini karena penyelenggara ibadah umrah masih dipegang oleh PPIU (Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah).
    Sementara kedua unicorn tersebut yakni Traveloka dan Tokopedia tidak mengantongi izin dari Kementrian Agama sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) sehingga tidak bisa menjadi pelaku utama dalam memberangkatkan para jamaah. 
    Sehingga, hal tersebut tentunya memberi angin segar bagi para pelaku biro umrah tanah air untuk melebarkan sayap bisnisnya. Menurut Menteri Komunikasi dan Informasi Indonesia, kedua unicorn tersebut hanya menyediakan platform umrah digital bagi biro umrah konvensional yang mau bergabung.

  4. Meresahkan Biro Umrah Konvensional
    Rencana Menteri Komunikasi dan Informatika menggandeng dua raksasa unicorn tanah air ternyata sangat meresahkan biro perjalanan umrah konvensional yang selama puluhan tahun sudah beroperasi di Indonesia. 

Simpang siurnya berita membuat biro umrah khawatir bahwa pemerintah berencana menggandeng dua unicorn tersebut untuk memberangkatkan jamaah umrah. Hal ini dikhawatirkan akan mematikan bisnis biro perjalanan kecil yang sudah berjalan lama. 

Keresahan ini juga diungkapkan oleh Permusyawaratan Antarsyarikat Travel Umrah dan Haji Indonesia (PATUHI). 

Terlepas dari pro & kontra umrah digital, derasnya arus digitalisasi di berbagai lini kehidupan mau tidak mau harus segera ditanggapi dengan serius oleh biro umrah apabila tidak ingin kalah bersaing. Muslim Pergi melalui https://www.muslimpergi.com menyediakan aplikasi biro umrah, jemaah, agen untuk memudahkan manajemen umrah.

Muslimpergi
Customer Service

CS MuslimPergi
Assalamu'alaikum 👋

Ada yang bisa kami bantu?
×
Chat with Us