Image

Program Tabungan Umroh

Umroh menurut istilah syar’I bermakna perjalanan ziarah ke Ka’bah untuk beribadah kepada Allah dengan melakukan thawaf, ihram, dan tahalul. Untuk menunaikan ibadah umrah, banyak jamaah asal Indonesia yang memilih menabung di program tabungan umroh yang diselenggarakan pihak perbankan. 

Ada beberapa skema tabungan umroh yang ditawarkan pihak perbankan. Perbedaan skema itu dilihat dari bentuk tabungan hingga akad yang digunakan. Banyak calon jamaah yang memilih menabung di bank syariah karena akadnya lebih syar’i dibanding bank konvensional. Berikut beberapa akad di bank syariah.


Mengenal Akad Syar’i dalam Program Tabungan Umroh

  1. Akad Wadi’ah
    Akad syar’i pertama yang ditawarkan oleh bank syariah khusus untuk tabungan umroh adalah akad wadi’ah. Akad wadi’ah berarti simpanan atau titipan yang diberikan oleh satu pihak kepada pihak lainnya dengan tujuan mendapatkan keamanan. 

    Sehingga, di dalam akad wadi’ah, si pemilik barang yang menitipkan barang dapat menarik kembali dana yang dititipkan kapanpun dia inginkan. Akad ini adalah akad yang paling aman dipilih terutama untuk skema tabungan umroh karena tidak terdapat risiko kehilangan dana yang dititipkannya. 

  2. Akad Mudharabah Mutlaqah
    Selain akad wadi’ah atau titipan, akad lain yang berlangsung di bank syariah adalah akad Mudharabah Mutlaqah. Di dalam akad Mudharabah Mutlaqah, ada tiga pihak yang terlibat yakni nasabah sebagai shahibul maal atau pemilik harta, bank sebagai mudharib, dan pihak pengguna dana.
     
    Di dalam akad mudharabah mutlaqah, pemilik dana atau shahibul maal tidak menetapkan batasan atau syaratan kepada mudharib, dalam hal ini bank mengenai cara pemanfaatan dananya. Bank bertindak sebagai pihak pengelola dana milik nasabah.

    Akad mudharabah mutlaqah adalah akad kerjasama yang terjalin antara pihak nasabah sebagai pemilik dana dengan pihak bank sebagai pengelola dana nasabah. Bank di sini mempunyai kebebasan dalam mengelola dana tersebut ke bisnis apapun yang diperkirakan akan membawa keuntungan untuk keduanya.

    Dalam hal pengelolaan dana milik shahibul maal, bank syariah tidak memiliki kewajiban dalam mengembalikan dana tersebut ke nasabah jika terjadi kerugian dalam hal pengelolaan dana tersebut untuk bisnis selama kerugian tidak timbul akibat kelalaian pihak bank.
     
    Namun jika kerugian timbul akibat kelalaian bank maka pihak bank syariah wajib mengembalikan dana investasi tersebut. Dalam kegiatan perbankan syariah, akad mudharabah mutlaqah biasa ditawarkan di produk deposito dan tabungan, termasuk program tabungan umroh.

    Jika menabung menggunakan akad mudharabah mutlaqah, maka itu artinya Anda harus siap kehilangan dana apabila bisnis yang dijalankan tidak berhasil. Sebaliknya, Anda pun berkesempatan memperoleh tambahan dana dari bagi hasil apabila bisnis yang dijalankan memperoleh keuntungan. 

Transformasi Digital Biro Umrah untuk Pelayanan Umrah Lebih Baik

Tidak hanya tentang memilih tempat terbaik untuk menabung umroh, calon jamaah haji juga mencari travel umroh yang memberikan pelayanan terbaik dan transparan untuk perjalanan ibadah ke tanah suci. 

Transformasi digital sistem manajemen biro umroh akan sangat membantu meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah umroh. Bagi Anda yang sedang mencari penyedia jasa digitalisasi sistem biro umroh lengkap, maka Muslim Pergi adalah jawabannya. 

Muslim Pergi adalah perusahaan startup di bidang IT yang menyediakan paket lengkap sistem manajemen berbasis digital yang terdiri dari aplikasi, website, fitur payment gateway integration dan berbagai fitur terkait penyelenggaraan ibadah umroh. 

Pastikan pilih program tabungan umroh terbaik yang terpercaya dan juga sesuai syariat. Bagi Anda yang memiliki biro umroh, segera transformasi digital sistem manajemen bisnis Anda bersama Muslim Pergi untuk memudahkan para jamaah. Kunjungi https://www.muslimpergi.com/ untuk informasi lebih lanjut.

Muslimpergi
Customer Service

CS MuslimPergi
Assalamu'alaikum 👋

Ada yang bisa kami bantu?
×
Chat with Us