Bagaimana Tata Cara Puasa Arafah?

Puasa pada hari Arafah hukumnya adalah sunah, namun banyak sekali umat muslim yang ingin melaksanakan sunah nabi satu ini. Hal ini dikarenakan keutamaan puasa Arafah yang begitu besar. Bagi Anda yang ingin melaksanakan puasa sunah, maka Anda perlu tahu tata cara puasa Arafah.

Mulai dari niat puasa dan apa saja aturan lainnya perlu Anda ketahui jika ingin mengamalkan sunah nabi satu ini. Jadi penasaran bagaimana tata cara untuk berpuasa pada bulan Arafah itu sendiri? Coba cek panduannya yuk!


Tata Cara Puasa Arafah


Bagi Anda yang ingin sekali berpuasa di hari Arafah, berikut adalah tata cara yang bisa dilakukan :

1.     Niat

Pertama, Anda harus niat berpuasa sunnah Arafah. Adapun niat yang bisa Anda ucapkan adalah نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِّلِه تَعَالَى

Artinya: Saya niat puasa sunah Arafah karena Allah Ta'ala.

2.     Sahur

Makan sahur adalah sunnah dan ada pahala dan berkah yang besar jika Anda mau melaksanakan sahur. Waktu terbaik untuk sahur adalah setengah jam terakhir sebelum fajar atau waktu shalat Subuh.

3.     Jauhkan Diri Dari Segala Hal yang Bisa Membatalkan

Selama puasa, Anda perlu menjauhkan diri dari semua pembicaraan dan perbuatan yang bisa menimbulkan dosa. Jangan bertengkar, berselisih, terlibat dalam argumen yang bisa membuat Anda emosi dan menggunakan kata-kata kasar, atau melakukan apa pun yang dilarang agama.

Anda harus mencoba mendisiplinkan diri, selain menahan lapar. Anda juga tidak boleh menunjukkan diri bahwa Anda sedang puasa sunah. Jangan terlalu banyak berbicara pada orang lain bahwa Anda sedang puasa, bahkan hanya dengan menunjukkan bibir yang kering sekalipun.

Orang yang berpuasa sunah haruslah menjadi pribadi yang menyenangkan, penuh dengan semangat dan tetap melakukan hal-hal yang baik.

4.     Perbanyak Amal Kebaikan

Selama puasa, Anda bisa melakukan banyak amal dan kebaikan kepada orang lain dan tingkatkan ibadah. Perbanyak zikir dan membaca alquran karena ada banyak keutamaan berpuasa di hari Arafah ini.

5.     Berbuka Puasa

Tata cara puasa Arafah yang terakhir adalah berbuka puasa. Buka puasalah dengan segera setelah matahari terbenam. Dalam syariah Islam, matahari yang dianggap terbenam adalah ketika piringan matahari ada di bawah cakrawala dan menghilang sama sekali.

 

Hukum Puasa Arafah


Ada beberapa hadis yang mengatakan bahwa hukum puasa itu dilarang pada hari Arafah. Namun harus dipahami bahwa sebenarnya hukum ini merujuk pada orang yang sedang menunaikan haji.

Jika seseorang sedang menunaikan ibadah haji, maka tidak ada puasa untuknya pada hari Arafah. Hal ini dikarenakan puasa Arafah hanya akan memberikannya kesulitan dalam melaksanakan ritual haji.

Hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari sendiri juga meriwayatkan bahwasannya Nabi melarang orang yang haji berpuasa pada karena puasa akan memberikan kesulitan yang tidak semestinya.

Sementara bagi orang-orang yang tidak melaksanakan haji, maka disunahkan baginya untuk berpuasa di hari Arafah. Ya, berpuasa di hari Arafah adalah sunah yang ditegaskan bagi umat muslim yang tidak menunaikan haji.

Bagi Anda yang hendak melaksanakan ibadah haji atau umroh namun masih bingung bagaimana sih hukum dari menjalankan ibadah ini, atau apa saja rangkaian ibadah yang harus Anda lakukan ketika melaksanakan haji dan umroh, tenang saja! 

Ada aplikasi MuslimPergi Demo yang dirancang oleh startup asal kota Solo untuk membantu Anda yang bingung dengan cara mendaftar haji dan umroh, jadwal, panduan manasik dan lain sebagainya.

Aplikasinya gratis untuk Anda unduh dan ada banyak fitur canggih yang siap melayani apapun kebingungan Anda terkait pelaksanaan ibadah haji dan umroh.

Buat Anda yang ingin sekali sempurna dalam menjalankan ibadah haji atau umroh tanpa kebingungan, yuk unduh aplikasi Muslim Pergi Demo!


Tag: puasa, puasa arafah, hukum dan tata cara puasa arafah

Hukum Puasa Arafah, Wajib atau Sunnah?

Puasa hari Arafah adalah sebuah amalan sunah yang sering sekali dilakukan oleh Nabi. Nabi Muhammad Shallallahu telah menganjurkan umatnya untuk berpuasa pada hari ini. Jadi, sebenarnya, apakah hukum puasa Arafah itu sendiri sunah atau wajib?

Untuk menjawab pertanyaan apa sih hukum dari puasa di hari arafah, di bawah ini adalah beberapa uraian hadis dari berbagai ulama yang menjelaskan hukum puasa di hari arafah.


Hukum Puasa Arafah



Ketika ditanya mengenai hukum berpuasa Arafah, Nabi Muhamad mengatakan bahwa hukum menjalankan puasa ini adalah sunah. Namun, puasa hari Arafah hanya disunahkan untuk orang-orang yang tidak menunaikan haji.

Sementara bagi orang-orang yang sedang menunaikan ibadah haji diutamakan untuk tidak berpuasa, agar cukup kuat untuk menjalankan seluruh rangkaian ibadah pada hari arafah seperti berdoa, bermalam di Arafah, pergi ke Muzdalifah bermalam di Muzdalifah dan sejenisnya.

Abu Hurairah pernah meriwayatkan bahwasannya Nabi Muhamad telah melarang puasa di hari arafah hari atau di lokasi arafah untuk mereka yang melaksanakan ibadah haji.

Selain itu, puasa hari Arafah terkait dengan waktu dan bukan tempat karena hari Arafah mungkin berbeda dari satu tempat ke tempat lain. Para jamaah haji boleh saja berdiri di Bukit Arafah pada hari Selasa misalnya, tetapi hari tersebut mungkin bukan hari Arafah untuk negara lain.

Jadi poin utama dari puasa Arafah ini berdasarkan pada waktu di mana orang yang berhaji melaksanakan ibadah di bukit Arafah.

Lalu, jika tidak bisa menunaikan haji dan beribadah di Arafah, bisakah Anda dan umat muslim lainnya mendapatkan manfaat dari hari yang penuh berkah ini?


Berkah Hari Arafah


Berikut adalah beberapa tindakan yang dapat Anda lakukan untuk mendapatkan pahala di hari yang diberkahi ini :

1.     Zikir kepada Allah

Di hari Arafah, setiap ibadah yang Anda lakukan akan menghasilkan lebih banyak pahala. Jadi, Anda bisa meningkatkan zikir kepada Allah. Anda memang dapat melakukan zikir ini kapan saja, namun menurut hadis, hari Arafah adalah hari yang mulia.

Perbanyaklah untuk membaca tahlil (la ilaha illallah), takbir (allahu akbar) dan tahmid ( alhamdulilllah) pada hari Arafah.  Mengingat Allah membawa manfaat besar seperti lebih dekat pada Allah, merasa damai dan tenang.

2.     Bertaubat

Salah satu hal terpenting yang harus bisa Anda lakukan selama hari Arafah adalah bertaubat dengan tulus kepada Allah dan melepaskan segala diri dari perbuatan dosa. Bertobat berarti kembali kepada Allah dan meninggalkan semua perbuatan yang buruk.

Anda harus mencoba yang terbaik untuk segera menghentikan segala tindakan yang tidak disukai oleh Allah dan bertekad untuk terus menjalankan segala perintah-Nya.

Sebisa mungkin, Anda harus selalu berpegang teguh pada kebenaran dengan melakukan apa yang Allah sukai. Jika melakukan dosa, maka Anda harus cepat-cepat bertobat.

3.     Doa

Pada hari Arafah, semua umat Islam sangat didorong untuk berdoa, bermunajat, mencari bantuan dan bimbingan Allah. Berdoalah semaksimal mungkin dan sampaikan apapun kepada Allah.

Nabi Muhammad sendiri pernah bersabda bahwasannya doa terbaik adalah yang dibuat pada hari Arafah. Doa terbaik adalah yang dipanjatkan kepada Allah SWT, Tuhan yang Maha Kuasa atas segala hal.

Jadi, apakah Anda sudah memahami bagaimana hukum puasa Arafah? Ingat, puasa ini sunah untuk orang yang tidak menjalankan ibadah haji. Sementara bagi yang melaksanakan haji, maka hukumnya tidak dianjurkan.

Apabila Anda sedang melaksanakan ibadah haji, maka jelas ya bahwasannya Anda perlu menghindari puasa satu ini. Jika Anda bingung dengan segala jadwal kegiatan haji, panduan melaksanakan haji, bagaimana tracking jamaah haji, maka Anda bisa lho mengandalkan sebuah aplikasi.

Ada satu aplikasi canggih untuk Anda yang merasa kesulitan dalam melaksanakan ibadah umroh dan haji, namanya MuslimPergi Demo. Nah, bagi Anda yang ingin lebih mudah dalam beribadah, yuk unduh aplikasi MuslimPergi Demo  sekarang juga!
 

Tag: puasa, puasa arafah, hukum puasa, berkah hari arafah

Pengertian Puasa Arafah dan Pahalanya

Puasa arafah adalah salah satu amalan sunah yang disukai oleh Nabi Muhammad. Ada banyak keutamaan yang didapatkan oleh seorang muslim yang mau berpuasa di bulan ini. Pengertian puasa arafah sendiri didasarkan dari hari Arafah.

Hari Arafah adalah hari kesembilan Dzulhijjah (bulan ke-12 dan terakhir dari kalender Islam) yang mana pada hari tersebut, seluruh orang yang menjalankan ibadah haji harus berdiri di dataran Arafah untuk berdoa. Seperti apa sih pengertian dari puasa ini dan bagaimana keutamaannya?


Pengertian Puasa Arafah


Puasa arafah merupakan amalan sunah yang bisa dilaksanakan oleh umat muslim. Pada hari Arafah ini, umat muslim disunahkan untuk tidak makan dan minum, menghindari jima’ dan hal-hal lain lain aturan  berpuasa pada bulan ramadan.

Jadi, pengertian puasa arafah adalah niat menahan lapar, dahaga dan nafsu pada hari Arafah. Orang-orang yang tidak menjalankan ibadah haji, maka bisa menghabiskan hari Arafah dengan berpuasa, sebagai persiapan untuk tiga hari perayaan 'Idul Adha.

Ketika Idul Adha tiba, maka perayaan tersebut menandai berakhirnya haji dan memperingati kesediaan Nabi Ibrahim yang mau mengorbankan putranya Ismail sebagai bukti ketaqwaan beliau kepada Allah.

Abu Hafsah pernah meriwayatkan  bahwa Nabi SAW bersabda bahwasannya puasa pada hari Arafah bisa membebaskan dosa selama dua tahun. Jadi, umat muslim yang mau berpuasa di hari ini, dosa pada tahun sebelumnya dan tahun yang akan datang akan dihapuskan.

Sementara umat muslim yang ingin puasa pada 'asyura, (hari kesepuluh Muharram), maka amalan puasa itu bisa menebus dosa tahun-tahun sebelumnya. 


6 Alasan Mengapa Anda Harus Berpuasa Arafah


Hari 'Arafah adalah salah satu hari terpenting dalam kalender Islam. Meski tidak wajib berpuasa pada hari ini, namun sangat dianjurkan untuk berpuasa. Berikut 7 alasan mengapa Anda harus berpuasa di hari 'Arafah:

1.     Puasa yang Tidak Pernah Diabaikan Nabi

Hafsah istri Rasul pernah meriwayatkan sebuah hadis yang berisikan 4 hal yang tidak pernah diabaikan oleh Nabi. 4 hal itu adalah berpuasa pada hari 'Asyura, Arafah, tiga hari setiap bulan, salat subuh dan salat sunnah pagi-pagi sekali.

2.     Diampuni Dosanya

Bagi yang ingin berpuasa di hari Arafah ini, maka Anda akan mendapatkan pengampunan selama dua tahun. Sebagaimana yang disebutkan sebelumnya di atas, dosa Anda di tahun lalu dan yang akan datang akan dihapuskan.

3.   Terbebas Dari Api Neraka

Hari Arafah adalah hari di mana Allah membebaskan lebih banyak orang dari api neraka. Jadi, bagi Anda yang mau berpuasa di hari Arafah, maka Anda bisa terbebas dari api neraka.

4.     Doa Akan Dikabulkan

Tiga doa yang dipanjatkan pada hari Arafah tidak akan ditolak, yaitu doa orang tua untuk anaknya, doa orang yang berpuasa, dan doa musafir.

5.     Dijauhkan Wajahnya dari Api Neraka Selama 70 Tahun

Barangsiapa yang berpuasa suatu hari nanti karena niat demi Allah, maka Allah akan menyingkirkan wajahnya dari api neraka selama 70 tahun.

6.     Masuk Surga

Sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, barangsiapa yang berpuasa suatu hari untuk mencari ridha Allah, dan ketika hari di mana ia berpuasa merupakan hari terakhir hidupnya, maka ia akan masuk surga.

Anda yang memang sedang berhaji di tanah suci, maka tidak wajib hukumnya untuk ikut berpuasa Arafah. Apabila Anda bingung dengan apa saja yang harus dilakukan ketika pergi ke tanah suci, maka Anda bisa mengandalkan www.muslimpergi.com atau unduh aplikasinya MuslimPergi Demo.

Muslim Pergi adalah startup yang sudah terdaftar resmi di Kementrian Agama Republik Indonesia untuk melayani berbagai macam persoalan mengenai manajemen biro umroh dan haji.

Mulai dari menemukan berbagai macam informasi, melakukan pendaftaran hingga panduan manasik, semua bisa Anda dapatkan di aplikasi ini. Yuk, manfaatkan aplikasi MuslimPergi Demo!


Tag: puasa, puasa arafah, anjuran puasa

Niat dan Aturan Tayamum dalam Islam

Tayamum merupakan ibadah yang terdiri dari mengusap dahi dan kedua tangan sebagai pengganti wudhu dan mandi jika seorang umat muslim tidak menemukan air. Niat tayamum benar-benar diperbolehkan dengan beberapa syarat dan alasan tertentu.

Artinya, seseorang tidak bisa sembarang melakukan tayamum. Ada beberapa aturan dalam Islam yang memperbolehkan umat-Nya melakukan tayamum, apa sajakah itu? Dan bagaimana sih niat untuk bertayamum sendiri? Apakah niatnya sama dengan wudhu?


Niat Tayamum


Seorang muslim diperbolehkan untuk bertayamum ketika ia dalam kondisi atau situasi seperti :

1.     Langka Air

Tidak ada air yang tersedia atau tidak ada cara bagi Anda untuk mendapatkan air meski telah mencoba mencarinya dengan berbagai cara.

2.     Air Dianggap Berbahaya

Anda diperbolehkan untuk bertayamum ketika penggunaan air memiliki beberapa bahaya. Misalnya, jika air digunakan untuk berwudhu, Anda akan jatuh sakit atau penyakit yang Anda alami akan semakin parah, atau penyakit tersebut akan sangat sulit untuk disembuhkan.

3.     Air Lebih Dibutuhkan untuk Kepentingan Lain

 Jika Anda mendapat air untuk wudhu atau mandi namun pasangan, anak-anak, teman atau bahkan Anda sendiri bergantung pada keberadaan air yang terbatas itu karena haus, maka kondisi ini memperbolehkan Anda untuk tayamum.

4.     Air Hanya Cukup untuk Membersihkan Najis

Apabila badan atau pakaian Anda najis, dan air yang tersisa hanya cukup untuk membuat Anda suci dari najis dan Anda juga tidak memiliki pakaian lagi, maka Anda bisa untuk bertayamum.

Apabila Anda berada dalam salah satu dari kondisi dan situasi di atas, maka Anda bisa untuk melakukan tayamum. Adapun bacaan niat tayamum sendiri adalah :

 “Nawaitut tayammuma lisstibaahatish shalaati fardlol lillaahi taaalaa.”

Artinya: Aku niat melakukan tayamum agar dapat mengerjakan shalat fardlu karena Allah taala.



Aturan Tayammum


Ada lima hal yang wajib ketika melakukan tayamum, di antaranya :

1.     Niat

2.     Memukul atau meletakkan telapak tangan di atas sesuatu yang diperbolehkan untuk bertayamum seperti debu, tanah atau pasir.

3.     Menyeka atau membelai kedua tangan di seluruh dahi dari tempat rambut mulai tumbuh dan di atas alis, kemudian di atas hidung.

4.     Menyeka atau mengelus punggung tangan kanan dengan telapak tangan kiri.

5.     Menyeka atau membelai telapak tangan kanan di punggung tangan kiri.

Sebagai catatan, menurut ulama’, wajib hukumnya kedua telapak tangan dipukul di atas tanah  pada waktu yang bersamaan.

Semua perbuatan tayamum harus dilakukan dengan niat melakukan tayamum, dan untuk mematuhi perintah-perintah Allah SWT.

Tidak ada perbedaan antara orang yang melakukan tayamum sebagai pengganti wudhu dengan orang yang melakukan tayamum sebagai pengganti mandi/

Jika seseorang melakukan tayamum sebagai pengganti wudhu dan jika salah satu hal yang menyebabkan wudhu batal, maka aturan itu juga berlaku pada tayamum. Misal, Anda buang gas dan itu membatalkan wudhu, maka hal itu juga turut membatalkan tayamum.

Tayammum benar dilakukan jika seseorang tidak dapat berwudhu atau mandi. Jadi jika seseorang melakukan tayamum tanpa alasan, maka itu tidak dibenarkan.

Allah memang senantiasa mempermudah segala hal untuk hambanya yang mau beribadah. Sama halnya dengan aplikasi MuslimPergi Demo yang juga turut mempermudah Anda yang ingin pergi haji atau umroh.

Aplikasi ini mempunyai banyak keunggulan untuk Anda yang ingin sekali pergi haji atau umroh namun sering merasa kesulitan.

Ada fitur panduan manasik yang bisa Anda jadikan pedoman ketika di tanah suci, ada fitur radio transmitter, tracking jamaah, cek jadwal keberangkatan dan banyak fitur lainnya yang tentunya akan semakin mempermudah ibadah Anda di tanah Mekah. Ayo, unduh saja aplikasi ini, gratis!


Tag: tayamum, niat tayamum, aturan tayamum 

7 Hal yang Membatalkan Tayamum

Tayamum adalah tindakan bersuci yang menggantikan wudhu ketika seseorang tidak bisa menemukan air. Hal yang membatalkan tayamum sama seperti wudhu. Bumi adalah pilihan pertama untuk tayamum. Jika tidak ada tanah, maka pasir atau bongkahan tanah liat juga bisa digunakan.

Apabila tanah, pasir atau gumpalan tanah liatpun tidak tersedia, maka batu dapat digunakan. Jika debu tidak dapat ditemukan maka tayamum juga dapat dilakukan di tanah basah. Di bawah ini adalah beberapa aturan tentang tayamum dan hal-hal yang membatalkannya.


Syarat Sah Tayamum


Ada tiga hal yang wajib dilakukan saat melakukan tayamum sebagai pengganti wudhu atau mandi, di antaranya adalah :

1.     Memukulkan Telapak Tangan ke Debu atau Tanah

Memukul atau meletakkan kedua telapak tangan di atas sesuatu yang dapat digunakan untuk melakukan tayamum secara sah, entah itu debu atau tanah. Kedua telapak tangan harus memukul debu secara bersamaan.

2.     Menggosokkan Debu ke Seluruh Dahi

Selanjutnya, Anda perlu menggosok atau menyeka kedua telapak tangan di seluruh dahi, di atas kedua sisi dahi, dan di atas hidung.

3.     Menggosokkan Debu ke Tangan

Terakhir, Anda bisa menggosokkan debu di seluruh tangan. Anda bisa mengusapkan debu dengan menggunakan telapak tangan kanan ke seluruh tangan kiri, begitu pula sebaliknya.


Kapan Bisa Melakukan Tayamum?


Anda bisa melakukan tayamum sebagai pengganti wudhu atau mandi ketika:

1.     Tidak tersedia cukup air untuk wudhu atau mandi.

2.     Mendapatkan air untuk wudhu akan membahayakan nyawa atau harta benda.

3.     Anda tidak dapat memperoleh air dengan cara apa pun.

4.     Menggunakan air yang tersedia akan membuat air tidak cukup untuk minum dan menimbulkan risiko kematian karena kehausan atau penyakit.

5.     Membasuh wajah dan tangan dengan air akan membahayakan kesehatan.

6.     Air tersedia tetapi Anda tidak memiliki izin untuk menggunakannya.

7.     Jika badan atau pakaian tidak suci secara ritual (najis) dan orang tersebut hanya memiliki air untuk membersihkan najis. Sehingga, jika Anda akan berwudhu atau mandi, maka tidak ada lagi air yang tersedia untuk membersihkan tubuh atau pakaian untuk shalat.

Hal yang Membatalkan Tayamum


Alasan utama tayamum menjadi batal adalah ketika seseorang menemukan air. Adapun hal yang membatalkan tayamum lainnya sama dengan yang menyebabkan wudhu atau mandi itu batal. Apa sajakah itu?

1.     Menemukan Air

Ketika Anda selesai bertayamum namun selang beberapa saat kemudian melihat ada air, maka hukum tayamum yang Anda lakukan sudah otomatis batal.

2.      Buang Air Kecil

Seseorang dikatakan buang air kecil ketika ada kelembaban atau cairan keluar dari organ reproduksinya. Sama halnya dengan wudhu, ketika Anda buang air kecil, maka tayamum menjadi batal.

3.     Kentut

Kentut adalah ketika Anda mengeluarkan gas dari anus baik itu disengaja maupun tidak. Ketika Anda buang gas, maka hukum tayamum seketika batal.

4.     Buang Air Besar

Ketika Anda membuang kotoran dari anus, maka sudah dipastikan bahwasannya tayamum Anda telah batal.

5.     Tidur

Tidur adalah aktivitas yang secara bersamaan mata seseorang tidak melihat dan telinga tidak mendengar, jadi hukum tayamum menjadi batal. Namun, jika mata seseorang tidak melihat tetapi telinganya masih bisa mendengar, maka tayamum tidak dihukumi batal.

6.     Hilang Akal

Hal-hal yang menyebabkan seseorang kehilangan akal sehatnya, seperti gila, mabuk, dan tidak sadarkan diri, maka otomatis akan membatalkan tayamum.

7.     Haid

Ketika seorang wanita mengeluarkan darah menstruasi, maka sudah otomatis hukum tayamum batal juga dengan sendirinya.

Hukum dalam Islam benar-benar memudahkan umatnya untuk tetap melakukan ibadah. Demikian pula dengan aplikasi MuslimPegi Demo yang juga turut memudahkan Anda yang ingin beribadah ke tanah Mekah.

Dengan aplikasi ini, Anda bisa mendaftarkan diri secara mandiri sebagai jamaah haji atau umroh, mengecek paket-paket, membuat itinerary dan bahkan mendaftarkan jamaah lain pula. Selagi ada aplikasi yang memudahkan Anda dalam beribadah, mengapa tidak untuk dimanfaatkan?

 
Tag: tayamum, syarat dan waktu tayamum, penyebab batal tayamum

Apa Saja sih Penyebab Tayamum?

Tayamum adalah salah satu amalan pengganti wudhu jika Anda tidak dapat menemukan air. Apabila air langka di tempat Anda, melakukan tayamum sangat diperbolehkan. Sebab-sebab tayamum sendiri ada beragam, tidak hanya berdasarkan kelangkaan air saja.

Apa saja sih penyebab seorang muslim diperbolehkan melakukan tayamum? Dan bagaimana hukum yang diatur dalam Islam itu sendiri?


Hukum Tayamum


Secara bahasa, tayamum berarti membidik sesuatu. Adapun secara istilah atau syariah, tayamum adalah tindakan sah dalam beribadah yang memungkinkan umat muslim untuk shalat. Secara syariah, tayamum sama halnya bersuci sebagaimana wudhu dan mandi.

Jika umat muslim tidak dapat menemukan air, maka barulah ia diperbolehkan melakukan tayamum dengan tanah yang murni.

Jadi, secara kesimpulan, hukum tayamum adalah wajib ketika air langka atau tidak ada kemampuan seorang manusia untuk menggunakan air.

Sebab-sebab Tayamum

Di bawah ini ada beberapa sebab yang memperbolehkan seorang umat muslim untuk melakukan tayamum, di antaranya adalah :

1.  Dalam  Perjalanan dan Tidak Menemukan Air

Jika Anda sedang dalam perjalanan dan tidak dapat menemukan air, maka Anda harus melakukan tayamum. Namun, dengan catatan Anda benar-benar tidak akan mungkin menemukan air sebelum waktu shalat selesai.

Situasinya adalah, bahwa tidak ada air sama sekali atau Anda tidak menemukan cukup air untuk wudhu dan mandi dalam perjalanan (atau selama menetap).

Baik perjalanan yang Anda lakukan itu singkat atau tidak, apakah Anda sehat atau tidak, selama air itu langka ditemukan, maka hukumnya boleh melakukan tayamum.

Jadi, ketiadaan air merupakan penyebab utama kewajiban tayamum ketika Anda sudah benar-benar putus asa dalam menemukan air atau mengira bahwa sudah tidak ada air.

Maksud dari kata putus asa adalah ketika seseorang telah mencarinya dengan berbagai cara, namun tidak ada harapan sekali untuk menemukan air dalam perjalanannya. Jika sudah demikian, maka alasan itu bisa menjadi sebab diperbolehkannya melakukan tayamum.

2.  Tidak Bisa Terkena Air

Jika Anda tidak dapat menyentuh air karena sakit atau cacat, maka Anda bisa melakukan tayamum. Apapun penyakit yang Anda rasakan dan tidak bisa tersentuh oleh air, maka itu bisa menjadi sebab diperbolehkannya tayamum.

Begitu pula alasan ketika Anda sakit dan tidak dapat menemukan orang lain untuk membawakan air kepada Anda agar mudah dalam berwudhu. Maka hukum bertayamum juga diperbolehkan.

Pada dasarnya, jika penyakit yang dirasakan ketika bertemu dengan air bisa menyebabkan kematian, kehilangan fungsi tubuh atau anggota tubuh dan memperparah penyakit, maka Anda bisa melakukan tayamum.

3.  Dalam Keadaan Bahaya

Sebab-sebab tayamum yang terakhir adalah terjebak dalam situasi yang bahaya. Ya, hal yang sama juga berlaku untuk Anda ketika bepergian dan berada di dekat air tetapi terhalang untuk mencapainya karena takut akan pencuri atau binatang buas.

Contoh, Anda adalah musafir, 1 meter dari Anda adalah air, namun sumber air itu dekat dengan markas harimau sehingga Anda tidak dapat menjangkaunya karena takut, maka hukumnya boleh melakukan tayamum.

Di Indonesia sendiri memang jarang ada suatu daerah yang sangat amat langka dengan air, berbeda dengan negara-negara di kawasan Timur Tengah karena memang negaranya sangat identik dengan gurun.

Anda yang ingin tahu bagaimana rasanya hidup di Timur Tengah, melaksanakan ibadah haji atau umroh juga bisa menjadi salah satu sarana bagi Anda agar bisa tahu seperti apa iklim di negara Timur Tengah.

Saat ini, perjalanan umroh sudah bisa diatur dengan mudah jika Anda menggunakan aplikasi bernama MuslimPergi Demo.

Dengan aplikasi ini, Anda bisa mendaftarkan perjalanan umroh Anda secara mandiri, mengatur jadwal, cek paket perjalanan dan beragam fitur lainnya! Yuk, unduh aplikasinya segera!
 

Tag: tayamum, hukum tayamum, sebab tayamum

Inilah Keutamaan Ibadah Qurban

Ada dua perayaan besar dalam Islam, pertama dinamakan dengan Idul Fitri yang menandakan selesainya bulan Suci Ramadhan, dan yang kedua adalah Idul Adha yang menandai selesainya ibadah haji dan berqurban. Keutamaan ibadah qurban pada hari raya ini cukuplah banyak.

Oleh karena itu, banyak orang yang membeli hewan dan dijadikan qurban untuk merayakan hari raya Idul Adha ini. Apa saja sih keutamaan berqurban pada hari raya Idul Adha itu sendiri?


Keutamaan Ibadah Qurban


1. Menambah Ketaqwaan Umat Muslim

Qurban adalah bentuk rahmat dari Allah yang menyelamatkan Ismail  dari kematian. Rahmat Allah yang diberikan kepada Nabi Ibrahim yang mau merelakan anaknya Ismail disembelih ini adalah bentuk ketaqwaan nabi.

Oleh sebab itu, berqurban adalah wujud dari ketaqwaan seorang umat muslim itu sendiri sebagai upaya untuk bisa lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.

2. Mengajarkan Rasa Syukur

Kisah Ibrahim dan Ismail juga menunjukkan kepada umat muslim bahwa Anda dan lainnya harus selalu bersyukur kepada Allah  atas kasih sayang yang Dia tunjukkan.

Ibrahim dan Ismail membalas kebaikan yang ditunjukkan kepada mereka dengan menyebarkan firman Allah SWT selama sisa hidup. Nabi Ibrahim adalah orang yang membangun ka’bah sebagai tempat suci untuk menyembah Allah SWT.

Jadi, anjuran berqurban bagi mereka yang mampu menunjukkan kepada umat Islam, bagaimana seharusnya ia harus mensyukuri apa sebenarnya yang telah dimiliki di dunia ini. Berbagi apa yang Anda miliki kepada orang yang membutuhkan adalah sebuah upaya yang sangat disukai oleh Allah SWT.

3.Bentuk Rasa Kasih Sayang Dengan Berbagi kepada Sesama

Nabi Muhammad pernah bersabda, 'Kasihanilah orang-orang di bumi, sehingga Dia yang di atas langit akan berbelas kasihan kepadamu' (Imam Bukhari).

Kasih sayang yang Anda tunjukkan kepada umat muslim satu sama lain hanyalah seperseratus dari rahmat atau kasih sayang Allah yang disimpan untuk umat-Nya pada hari kiamat, dan rahmat Sang Pencipta harus menjadi sumber bimbingan untuk berelasi satu sama lain.

Dengan berqurban, maka Anda akan belajar tentang rasa berbagi. Berqurban mengajarkan pengorbanan yang Anda miliki dengan saudara di luar sana yang membutuhkan. Anda didorong untuk memiliki kasih sayang dan empati kepada orang lain.

4. Mempererat Rasa Persaudaraan Antar Sesama Muslim

Keutamaan ibadah qurban selanjutnya adalah mempererat rasa persaudaraan antar umat muslim. Dengan berbagi sebagian dari qurban, Anda turut berbagi berkah dan mendorong rasa persaudaraan dan keharmonisan antara semua manusia.

Berqurban bukan hanya tindakan ibadah, tetapi juga simbol berbagi yang bisa mengantarkan Anda dan sesama muslim lainnya memiliki rasa persaudaraan yang dekat.

5. Menambah Keimanan Umat Muslim

Qurban  adalah representasi dari amalan atau perbuatan yang menguntungkan Anda. Dengan mengorbankan sesuatu milik Anda sendiri demi Allah, maka sama halnya Anda memelihara iman, memperkuat kapasitas untuk sabar dan mengingatkan diri sendiri tentang sifat dunia yang singkat. 

Semua yang ada di dunia ini adalah fana dan tidak dibawa ke akhirat. Berqurban adalah momen untuk menjauhkan diri dari keinginan dunia dan mendekatkan diri kepada Allah. Dengan niat murni, ibadah qurban dapat memperkuat iman antara Allah dan hamba-Nya.

Selain berqurban, adapula ibadah lain yang bisa Anda lakukan sebagai upaya untuk bisa lebih dekat kepada Allah, salah satunya adalah umroh. Siapa sih yang tidak ingin berziarah ke tanah suci? Semua umat muslim pasti ingin sekali bisa menginjakkan kaki di tanah suci.

Bagi Anda yang beribadah umroh di Mekah, ada salah satu aplikasi yang bisa Anda manfaatkan untuk mendaftarkan diri sebagai jamaah dengan mudah. Nama aplikasinya adalah MuslimPergi Demo. Aplikasi ini gratis untuk Anda unduh!

Aplikasi ini mempunyai fitur-fitur bermanfaat untuk Anda yang ingin melaksanakan ibadah umroh seperti fitur radio transmitter, detail paket, tracking jamaah, info manasik dan masih banyak lagi!

Tag: qurban, ibadah, keutamaan qurban

Hukum Berkurban untuk Umat Muslim

Qurban memiliki arti pengorbanan, mengacu pada ritual suci umat Islam yaitu mengorbankan hewan selama Idul Adha. Tradisi ini selalu dilakukan selama bulan Dzulhijjah setiap tahunnya. Hukum berqurban sendiri berbeda-beda.

Ada ulama yang menghukumi sunnah muakkadah, namun adapula yang menghukumi wajib. Jadi, bagaimana sih hukum dari berqurban ini dan bagaimana aturannya?


Hukum Berqurban


Sesuai tradisi, ketika perayaan Idul Adha tiba, umat Islam di seluruh dunia akan menyembelih hewan seperti sapi, kambing, domba atau unta, khusus di negara Timur Tengah. Ritual penyembelihan ini adalah bentuk dari penghormatan atas kesediaan Nabi Ibrahim mengorbankan putranya, Ismail.

Tradisi qurban sendiri sebenarnya sudah ada sejak zaman Nabi Ibrahim. Nabi pernah bermimpi bahwa Tuhan ingin dia mengorbankan Ismail, putra satu-satunya. Nabi Ibrahim kemudian mengikuti keinginan Tuhan-Nya dan mulai membuat persiapan untuk mengorbankan putra yang paling dia cintai.

Namun, Ismail diselamatkan ketika Tuhan mengirim seekor domba jantan untuk dikorbankan menggantikan anak laki-laki yang tidak bersalah itu. Tindakan ketaatan dan ketakwaan Nabi Ibrahim kemudian menjadi amalan qurban sebagai wujud ketaatan Nabi kepada Tuhan.

Adapun hukum melakukan qurban sendiri adalah sunah muaqqadah sebagaimana disampaikan oleh beberapa ulama. Sementara bagi umat muslim yang menganut mazhab Imam Hanifah, maka hukum dari berqurban ini adalah wajib bagi mereka yang mampu.


Meski setiap muslim diwajibkan menunaikan qurban namun ada pengecualian tertentu. Pengecualian dari kewajiban hukum berqurban ini berlaku untuk  :


1.     Orang yang tidak waras

2.     Orang yang belum mencapai dan melewati masa baligh

3.     Orang yang sedang dalam perjalanan dan jarak perjalanannya dari rumah adalah sekitar 40- 45 kilometer.

4.     Orang yang tidak memiliki 52,5 kg perak, atau kekayaan yang setara.

Nah, orang dengan kategori-kategori yang telah disebutkan di atas harus dibebaskan dari kewajiban qurban.



Aturan dan Pedoman Terkait Kurban Dan Distribusi Daging

Berikut adalah aturan lanjut mengenai hukum hewan yang digunakan untuk berqurban, di antaranya adalah :


1.     Kambing (Usia minimal 1 tahun).

2.     Sapi, banteng, kerbau (Usia minimal 2 tahun).

3.     Unta (Usia minimal 5 tahun).

4.     Domba (Umur minimal 1 tahun; domba umur 6-12 bulan diperbolehkan jika kuat, gemuk dan cukup sehat sehingga sama dengan domba berumur satu tahun).

5.     Jika seorang penjual hewan mengatakan bahwa hewan yang Anda beli sesuai dengan usia yang disyaratkan, dan tidak ada bukti yang bertentangan, Anda dapat mempercayai kata pedagang dan melanjutkan akad jual beli.

6.     Hewan yang dikebiri lebih disukai, tetapi tidak wajib.

7.     Hewan harus dibeli beberapa hari sebelum penyembelihan, harus dirawat, diberi makan, dan dipelihara.


Adapun beberapa hewan berikut ini tidak boleh digunakan untuk menjadi hewan qurban dan harus Anda hindari :


1.     Buta, bermata satu atau kehilangan sepertiga (atau lebih) penglihatannya.

2.     Kehilangan sepertiga (atau lebih) telinga atau ekor, baik karena kehilangan atau sejak lahir

3.     Tanduknya telah patah.

4.     Hewan yang satu kakinya lumpuh sedemikian rupa sehingga tidak dapat menggunakannya untuk berjalan.

5.     Hewan yang sangat kurus.

6.     Hewan yang lemah tidak dapat berjalan ke lokasi penyembelihan.

7.     Hewan yang ompong, atau yang kehilangan sebagian besar giginya.

Ibadah qurban Anda rasanya akan menjadi jauh lebih istimewa jika Anda bisa melaksanakannya di tanah suci Mekah. Bagi Anda yang ingin melaksanakan qurban sambil umroh di Mekah, Anda bisa lho memanfaatkan aplikasi Muslim Pergi.

Cukup buka Play Store dan ketik aplikasi MuslimPergi Demo. Aplikasi gratis ini akan memberikan fitur-fitur bermanfaat untuk Anda mulai dari tampilan daftar paket umrah, booking online dan mendaftarkan umroh dengan mudah. Jadi, tunggu apalagi? Yuk, gunakan aplikasi bermanfaat satu ini!

Tag: qurban, hukum qurban, aturan dan pedoman qurban

Bagaimana Doa Ketika Menyembelih Hewan Qurban?

Berqurban adalah salah satu tradisi Islam yang paling terkenal. Tradisi ini sering dilakukan pada hari raya Idul Adha. Bagi Anda yang mampu dan selalu berqurban di setiap hari raya Idul Adha dan ingin menyembelih hewan qurban sendiri, Anda harus memanjatkan  doa menyembelih hewan qurban.

Doa ini sangat penting untuk dibaca ketika hendak menyembelih hewan qurban. Seperti apa sih bacaan dari doa menyembelih hewan yang hendak diqurbankan? Apa saja aturan hewan yang bisa untuk dijadikan qurban?


Doa Menyembelih Hewan Qurban


Qurban adalah salah satu perayaan paling penting dalam kalender Islam dan jatuh pada tanggal 12 bulan Dzulhijjah bersamaan dengan perayaan Idul Adha.

Qurban sendiri artinya adalah persembahan atau pengakuan. Kata ini berdasarkan dari pengorbanan yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim ketika merelakan anaknya Ismail, demi Allah SWT.

Selama qurban, seekor hewan dikurbankan dan bagiannya dibagikan kepada orang yang tidak mampu, teman dan keluarga, dan bagian terakhir diberikan kepada keluarga yang hidup dalam kemiskinan.

Qurban menandai selesainya haji, ziarah yang dilakukan ke kota suci dan dirayakan bersama teman dan keluarga selama hari Idul Adha.

Qurban jatuh pada hari ke 10, 11 dan 12 Dzulhijjah dan pengorbanan ini hanya dapat dilakukan pada saat setelah shalat Id berlangsung di awal Idul Adha. Pengorbanan yang dilakukan sebelum shalat Id tidak dianggap qurban dan harus dilakukan lagi setelah shalat Idul Adha

Berikut adalah bacaan doa menyembelih hewan qurban :

بِسْمِ اللَّه اللَّهُمَّ وَاللَّهُ أَكْبَرُ اَللَّهُمَّ هَذَا مِنْكَ وَلَكَ، هَذَا عَنِّي

Bismillahi allahumma wallahu akbar, allahumma hadza minka wa laka, hadza ‘annaa


Aturan untuk Qurban Hewan


Berikut adalah beberapa aturan bagi Anda yang ingin berqurban hewan saat hari raya Idul Adha :

1.  Hewan Harus Disembelih Setelah Sholat Idul Adha

Hewan harus dikorbankan setelah sholat Idul Fitri. Aturan ini adalah praktik yang cukup umum. Anda hanya dapat menyembelih hewan setelah fajar pada hari pertama Idul Adha hingga senja hari terakhir Idul Adha, jika tidak maka tidak akan dianggap sebagai sedekah daging saja.

2.  Harus Hewan dengan Usia Dewasa

Hewan yang diqurbankan haruslah berusia dewasa dan masuk dalam kategori daging yang diizinkan untuk dimakan oleh umat muslim.

Umat ​​Islam hanya diperbolehkan memakan hewan yang merupakan herbivora, tetapi juga hewan yang sudah dewasa.

3.  Hewan Harus Hidup Pada Saat Penyembelihan

Hewan yang diqurbankan harus masih hidup dan lebih disukai jika tetap sehat hingga tiba waktunya untuk disembelih. Di beberapa negara, hewan dibuat pingsan sebelum disembelih, meskipun tidak disukai, dagingnya masih dihukumi halal.

Namun, tradisi di Indonesia tidaklah demikian. Hewan yang hendak disembelih tidak harus dibuat pingsan.

4.  Hewan Tidak Boleh Cacat

Hewan yang hendak diqurbankan tidak boleh memiliki cacat yang jelas. Ya, hewan yang diqorbankan harus benar-benar sehat dan tanpa cacat fisik.

5.  Orang yang Menyembelih Haruslah Seorang Muslim

Orang yang melakukan penyembelihan hewan qurban haruslah seorang muslim yang waras, dan harus mengucapkan bismillah dan membaca doa pada saat pengorbanan.

6.  Memberi Hewan Minum Sebelum Disembelih

Air harus diberikan kepada hewan sebelum waktu penyembelihan. Pemberian air ini hukumnya adalah sunnah, yang berarti lebih disukai tetapi tidak wajib dilakukan. Selain diberi minum, hewan juga tidak boleh disembelih saat lapar.

7.  Pisau Harus Sangat Tajam

Pisau yang digunakan harus diasah sebelum waktu penyembelihan dan sangat tajam sehingga memotong batang tenggorokan (tenggorokan), saluran makanan (kerongkongan) dan kedua urat leher. dalam satu sayatan.

Rasanya berqurban pasti akan lebih menyenangkan jika Anda bisa sambil beribadah umroh di Mekah. Bagi Anda yang ingin umroh ketika bulan Dzulhijjah, Anda bisa manfaatkan aplikasi MuslimPergi Demo. Ada banyak sekali fitur menguntungkan dari aplikasi ini lho.

Beberapa fitur yang tersedia bisa memudahkan Anda untuk mengetahui database jama'ah dan mentrackingnya, ada panduan manasik yang bisa dipelajari kapan saja dan radio transmitternya. Dengan aplikasi MuslimPergi Demo ini, Anda bisa dapatkan banyak manfaat dalam satu genggaman.

Tag: ibadah, qurban, doa dan aturan qurban

Inilah 7 Keutamaan Puasa Senin Kamis

Selain puasa wajib Ramadhan, ternyata ada puasa lainnya yang juga disunahkan dalam Islam, namanya puasa Senin Kamis. Ada banyak keutamaan puasa Senin Kamis, yang sayang sekali untuk dilewatkan.

Nabi Muhamad bahkan pernah bersabda bahwa  Senin dan Kamis adalah dua hari di mana amalan beliau disajikan langsung di hadapan Allah SWT. Ketika Nabi berpuasa rutin, maka perbuatannya ini  ditampilkan di hadapan Allah, sehingga memberinya kemudahan mendapat surga-Nya. 

Keutamaan Puasa Senin Kamis


Disebutkan ada 7 keutamaan puasa dalam dua hari ini, di antaranya adalah :

1.     Mendapatkan Keridhaan Allah 

Siapapun umat Nabi yang rajin berpuasa di hari Senin dan Kamis, maka ia akan mencapai ridha Allah. Dalam hadits Qudsi, Allah SWT yang Maha Agung berkata, puasa adalah milikku dan aku akan membalasnya.

2.     Mengikuti Sunan Nabi

Berpuasa sunah juga sama halnya mengikuti tindak laku Nabi Muhammad. Diceritakan dari Aisyah RA, Rasulullah SAW biasa berpuasa pada hari Senin dan Kamis. 

3.     Dijaga Dari Neraka Selama 100 Tahun

Allah Ta'ala akan menjaga neraka dalam jarak 100 tahun kepada semua hamba-Nya yang rajin berpuasa di hari Senin dan Kamis. Nabi Muhammad bersabda, barangsiapa berpuasa suatu hari demi Allah, Allah akan menjauhkan neraka darinya selama 100 tahun. 

4.     Membuat Parit untuk Terhindar Dari Neraka

Keutamaan puasa Senin Kamis selanjutnya yang bisa Allah Ta'ala berikan adalah membuat parit yang sejajar dengan jarak langit dan bumi antara hambanya dan neraka.

Sebagaimana Nabi Muhammad pernah bersabda, bahwasannya barangsiapa berpuasa suatu hari karena Allah, Allah akan membuat parit untuk menghindarkan hamba-Nya dari neraka.

5.     Terbebas Dari Hari Kebangkitan

Puasa sunah Senin Kamis akan memberikan pembebasan pada hamba-Nya pada Hari Kebangkitan. Nabi Muhammad pernah bersabda, puasa dan Al-Qur'an akan menjadi perantara bagi hamba-Nya pada hari kiamat. 

Saran dari puasa dan alquran akan diterima pada hari Kebangkitan kelak. Puasa akan mengatakan kepada Allah Ta’ala, “Ya Tuhanku! Saya melarang dia makan dan berhubungan badan dengan istrinya, jadi terima anjuran saya tentang dia.” 

Al-Qur'anpun demikian, ia akan mengatakan, “Saya membangunkannya di malam hari, jadi terimalah rekomendasi saya tentang dia.”


6.     Dimudahkan Masuk ke Pintu Surga

Pada Hari Kebangkitan, orang yang rajin berpuasa akan memiliki kesempatan untuk masuk surga melalui sebuah pintu yang bernama Ryan. 

Nabi Muhamad  bersabda, sesungguhnya ada pintu gerbang ke surga yang disebut Ryan, orang-orang yang berpuasa akan mudah masuk melalui pintu bernama Ryan itu pada Hari Kebangkitan. 

7.     Mendapatkan Surga

Keutamaan puasa Senin Kamis selanjutnya adalah, ketika meninggal dan masih dalam keadaan berpuasa, maka ia akan mendapatkan surga. Nabi bersabda, barangsiapa meninggal saat berpuasa akan masuk surga. 

Nah, karena puasa adalah salah satu sarana untuk mendekati Allah Ta'ala, maka Anda juga bisa berpuasa pada hari-hari khusus lainnya selain Senin Kamis seperti puasa Asyura, Rajab, Tasua dan sebagainya.

Selain berpuasa, menjalankan ibadah umrah juga bisa menjadi sarana untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah. Bagi Anda yang ingin pergi umroh, Anda bisa menggunakan aplikasi MuslimPergi Demo untuk bisa secara mandiri mendaftarkan diri sebagai jamaah.

Anda juga bisa membuat itinerary perjalanan ibadah haji atau umroh Anda agar semakin mudah menentukan agenda. 

Aplikasi ini mempunyai interface yang mudah sekali digunakan dan tentunya gratis untuk Anda unduh. Yuk, gunakan aplikasi MuslimPergi Demo satu ini untuk membantu perjalanan ibadah umroh Anda semakin lancar. 

 
Tag: puasa, puasa senin kamis, keutamaan puasa

Muslimpergi
Customer Service

CS MuslimPergi
Assalamu'alaikum 👋

Ada yang bisa kami bantu?
×
Chat with Us