Perkembangan bisnis travel umroh bisa dipengaruhi oleh begitu banyak hal, dan salah satu yang paling besar pengaruhnya adalah peran agen umroh. Tak heran jika kerjasama dengan agen perlu dijaga secara baik, yakni dengan menentukan skema komisi agen umroh secara bijak dan menguntungkan kedua belah pihak.
Nah, dari dua skema insentif yang populer di kalangan agen umroh, sistem tiering atau berjenjang disebut-sebut lebih efektif dibandingkan dengan komisi flat. Namun, apa alasan yang mendasari anggapan tersebut, dan apakah pilihan tersebut mampu memberikan hasil optimal berupa peningkatan produktivitas agen?
Perbandingan Sistem Komisi Agen Umroh Tiering vs Flat
Dalam praktik bisnis travel umroh, komisi agen sering diberikan sesuai dengan jumlah jamaah yang berhasil didatangkan atau paket umroh yang berhasil dijual. Besarannya sendiri bisa persentase dari nilai penjualan, nominal tetap per jamaah atau skema lain sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak.

Sistem komisi dalam bisnis umroh, Sumber: AI
Masing-masing skema pemberian komisi agen umroh tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Termasuk sistem komisi tiering dan flat. Maka dari itu, sebelum menentukan manakah yang paling efektif, pelajari dahulu karakteristik keduanya.
1. Sistem Komisi Tiering
Sistem komisi berjenjang atau yang lebih sering disebut tiering disebut-sebut lebih efektif dibandingkan dengan sistem flat. Hal ini karena sistem tiering memberikan tingkat komisi yang berbeda sesuai dengan pencapaian penjualan agen. Artinya, secara tidak langsung sistem komisi agen umroh tiering juga merupakan motivasi besar bagi agen.
Sebagai gambarannya, perusahaan travel umroh membuat skema sebagai berikut:
- Penjualan paket 1-5 jamaah, komisi Rp400.000 per jamaah
- Penjualan paket 6-9 jamaah, komisi Rp500.000 per jamaah
- Penjualan paket 10 jamaah dan selebihnya, komisi Rp600.000 per jamaah
Dari contoh ilustrasi di atas, bisa dilihat jika sistem ini memberikan potensi lebih besar ketika berhasil memenuhi syarat yang lebih tinggi juga. Alhasil, agen akan memiliki target penjualan yang lebih optimal.
Anda sebagai pemilik travel umroh pun dapat mengarahkan agen untuk melakukan aktivitas pemasaran yang lebih optimal demi mencapai target yang telah ditentukan sebelumnya. Di sisi lain, Anda juga perlu menentukan, apakah skema komisi tersebut berlaku untuk penjualan penuh dalam satu periode, atau hanya untuk penjualan setelah batas tingkat tercapai. Pasalnya, ketentuan ini nantinya bisa mempengaruhi total komisi yang didapatkan agen.
2. Sistem Komisi Flat
Sistem komisi flat adalah skema komisi yang menggunakan persentase atau nominal tetap untuk setiap penjualan yang memenuhi syarat.
Contoh sederhananya, perusahaan Anda menetapkan komisi agen umroh sebesar Rp500.000 untuk setiap jamaah yang berhasil didaftarkan oleh agen. Jika agen berhasil membawa 3 jamaah, maka mereka akan mendapatkan komisi Rp1.500.000. Begitu juga ketika agen berhasil membawa 10 jamaah, komisi yang didapatkan adalah Rp5000.000.
Kelebihan dari sistem flat dibandingkan tiering adalah perhitungannya yang mudah dan sederhana. Baik agen maupun tim travel umroh pun bisa lebih mudah memahami sistem komisi yang disepakati.
Hanya saja, sistem komisi flat ini memiliki keterbatasan, di mana agen yang berhasil melakukan penjualan banyak maupun sedikit tetap akan mendapatkan komisi yang sama per jamaah. Di mana tidak ada peningkatan komisi untuk penjualan dengan total lebih banyak.
Alhasil, perusahaan travel seringkali harus memberikan program bonus tambahan sebagai motivasi dan dorongan bagi agen untuk mencapai target penjualan tertentu. Program tambahan ini juga sekaligus sebagai bentuk apresiasi bagi agen yang mampu melakukan penjualan dalam jumlah tinggi.
Dari perbandingan di atas, Anda sudah paham bukan bagaimana kelebihan dan kekurangan sistem komisi agen umroh tiering vs flat.
Sistem Komisi Tiering vs Flat, Mana yang Lebih Efektif?
Jika dilihat secara menyeluruh, bisa dikatakan sistem tiering atau komisi berjenjang memang lebih efektif untuk mendorong produktivitas agen. Pasalnya, mereka akan tergerak untuk menentukan target penjualan yang lebih besar. Dan hal ini akan berdampak langsung pada perusahaan Anda.
Dari sisi agen pun sistem komisi tiering dirasa lebih bijak, karena mereka yang berhasil melakukan penjualan lebih banyak mendapatkan apresiasi lebih. Faktanya, apresiasi pada agen umroh adalah salah satu faktor yang dapat mendorong totalitas kerja.
Bagaimana Cara Membuat Sistem Komisi Tiering?

Cara membuat sistem komisi tiering, Sumber: pexels.com
Setelah mempertimbangkan untuk menggunakan sistem komisi tiering, Anda bisa segera menyusun sistem komisi ini dengan beberapa langkah.
Pertama, hitung margin untuk setiap paket umroh. Pastikan seluruh biaya pokok paket terhitung dengan detail untuk mendapatkan perkiraan margin yang tepat. Kemudian, tentukan komisi yang realistis tanpa membebani margin perusahaan.
Kedua, tentukan target dan periode penilaian secara jelas. Perusahaan bisa menetapkan target berdasarkan jumlah jamaah yang sudah mendaftar, melakukan pembayaran atau indikator lain yang relevan. Periode penilaian pun harus ditentukan sejak awal, apakah per bulan, per kuartal atau setiap periode keberangkatan.
Terakhir, buat tingkatan yang realistis agar agen dapat menentukan targetnya secara baik. Selain itu, penentuan target juga harus disesuaikan dengan kondisi market dan kemampuan jaringan agen. Selanjutnya, pada fase pembayaran pun harus dilakukan secara transparan dan jelas.
Dengan perencanaan yang matang dan bijak, perusahaan Anda akan lebih mudah berkembang melalui peran agen yang mendapatkan apresiasi secara baik.
Optimalkan Manajemen Bisnis Umroh dengan Layanan MuslimPergi!

Software manajemen travel umroh Muslim Pergi, Sumber: dok pribadi
Nah, selain menentukan komisi agen umroh secara bijak, Anda juga dapat meningkatkan upaya pengembangan bisnis dengan memaksimalkan fasilitas pelayanan. Seperti dengan menggunakan software manajemen travel umroh MuslimPergi.
Melalui aplikasi ini, Anda bisa membangun sistem manajemen travel umroh dengan lebih mudah dan terkoordinir. Mulai dari pengelolaan travel umroh hingga komunikasi dengan jamaah bisa dilakukan melalui satu aplikasi ini.
Jadi, bagi Anda yang ingin mengelola agen travel umroh secara optimal dan praktis, pastikan untuk menggunakan aplikasi MuslimPergi. Segera hubungi CS kami dan konsultasikan kebutuhan Anda!