Dalam perjalanan operasional bisnis travel umroh, kehilangan satu karyawan mungkin merupakan hal yang biasa. Tetapi ketika angka turnover karyawan tinggi mulai menjadi pola yang berulang, hal tersebut adalah sinyal jika ada sesuatu yang tidak beres di dalam sistem manajemen yang dijalankan. 


Perlu diketahui bahwa biaya yang ditanggung perusahaan akibat turnover tinggi cenderung cukup besar. Nantinya, ada biaya yang harus dianggarkan untuk melakukan rekrutmen, waktu onboarding, hingga hilangnya pengetahuan dan pengalaman yang dibawa pergi karyawan yang resign. Yang paling berbahaya, turnover tinggi juga bisa menggerus kepercayaan karyawan yang masih bertahan.


Oleh karenanya, sebagai pebisnis travel umroh, wajib bagi Anda untuk mengetahui penyebab dari masalah turnover karyawan tinggi dan solusi untuk mengatasinya. Kita akan membahasnya!


Kenapa Turnover Karyawan Bisa Setinggi Itu? 

Turnover karyawan tinggi, Sumber: licdn.com


Sebelum membahas tentang solusi untuk masalah turnover karyawan tinggi dalam bisnis travel umroh yang Anda jalankan, Anda tentu perlu tahu apa yang sebenarnya menjadi penyebab dari masalah ini.

Beberapa hal penyebab tingginya turnover karyawan yang kerap tidak disadari di antaranya: 


  • Tidak adanya jalur karir yang jelas dan terstruktur sehingga karyawan yang tidak bisa melihat ke mana mereka akan berkembang ke depan akan mulai mencari tempat kerja lain
  • Hubungan yang buruk antara karyawan dan atasan langsung sehingga karyawan memilih untuk resign daripada bertahan dalam situasi pekerjaan yang toxic
  • Kompensasi yang tidak kompetitif dan tidak transparan sehingga karyawan merasa kontribusi mereka tidak dihargai secara adil dibanding beban kerja yang mereka tanggung setiap harinya
  • Budaya kerja yang toxic dan tidak aman secara psikologis sehingga membuat karyawan merasa tertekan ketika berada di kantor
  • Beban kerja yang tidak seimbang dan terus-menerus berlebihan, terutama tidak dibarengi dengan adanya kompensasi apapun yang terasa cukup untuk membuat mereka bertahan
  • Proses onboarding yang lemah dan tidak terstruktur sehingga karyawan baru tidak mendapatkan orientasi yang baik dan tidak merasa disambut
  • Manajemen yang tidak mendengarkan dan lambat merespons keluhan terutama untuk hal-hal yang sudah disampaikan berulang kali


Tujuh akar masalah di atas adalah hal-hal yang dapat memicu keputusan karyawan untuk resign dan akhirnya meningkatkan angka turnover. Hal demikian sebenarnya bisa diantisipasi dengan langkah yang tepat. 


Langkah Konkret untuk Mengatasi Masalah Tingkat Turnover Karyawan Tinggi

Mengatasi masalah turnoever karyawan yang tinggi, Sumber: sleekr.co


Seperti disinggung sebelumnya, tingkat turnover karyawan tinggi bukanlah sebuah kabar baik dan justru menjadi sinyal buruk bagi manajemen bisnis. Oleh karenanya, Anda perlu mengatasi masalah ini dengan segera.

Ada beberapa langkah konkret yang bisa dilakukan untuk mengatasi tingkat turnover karyawan tinggi, di antaranya: 


1. Lakukan Exit Interview 


Untuk menekan tingkat turnover karyawan, Anda sebaiknya melakukan exit interview. Ya, exit interview adalah hal yang penting dilakukan untuk menemukan alasan kenapa karyawan memutuskan untuk resign. 


Bisa dikatakan, karyawan yang sudah memutuskan untuk resign biasanya lebih jujur dalam menyampaikan apa yang sebenarnya bermasalah, karena mereka sudah tidak punya lagi yang perlu dipertahankan. Dari sini, Anda bisa mendapatkan pandangan serta informasi jika memang ada masalah dalam manajemen bisnis Anda. 


Setelah itu, jadikan jawaban dari karyawan yang resign tersebut sebagai bahan evaluasi. Dengan evaluasi yang dilakukan, Anda bisa melakukan perbaikan yang diperlukan hingga nantinya karyawan akan merasa lebih nyaman. 


2. Bangun Jalur Karir yang Jelas bagi Karyawan


Salah satu alasan paling umum karyawan memilih untuk resign adalah mereka tidak bisa melihat masa depan yang jelas di dalam perusahaan. Oleh karenanya, penting bagi Anda untuk membangun jalur karir yang jelas bagi para karyawan. Dengan demikian, mereka bisa mengetahui perjalanan karir mereka selanjutnya, termasuk ketika perusahaan hendak merekrut karyawan


Terkait hal ini, mulailah dengan mendefinisikan secara eksplisit apa yang dibutuhkan seorang karyawan untuk naik ke level berikutnya, seperti kompetensi apa yang harus dikuasai, target apa yang harus dicapai, dan berapa lama waktu yang realistis untuk mencapainya. Kejelasan ini menghilangkan ketidakpastian yang sering menjadi sumber kecemasan terbesar bagi karyawan.


Tentu saja, karyawan yang tahu persis apa yang harus mereka lakukan untuk maju akan lebih termotivasi untuk bertahan dan memberikan yang terbaik. Keinginan untuk resign pun cenderung tidak ada sehingga angka turnover karyawan akan turun.


3. Perbaiki Kualitas Kepemimpinan 


Bisa jadi, kualitas kepemimpinan, terutama manajer juga menjadi faktor kenapa tingkat turnover karyawan tinggi. Seperti diketahui, manajer memiliki pengaruh besar terhadap keputusan seorang karyawan untuk bertahan atau pergi. Artinya, kualitas dari manajer berpengaruh secara langsung pada performa karyawan.


Oleh karenanya, apa yang perlu Anda lakukan adalah membangun budaya kepemimpinan yang lebih baik dan lebih memahami karyawan. Selain itu, lakukan evaluasi secara berkala. Dalam hal ini, evaluasi manajer bukan hanya dari angka yang mereka hasilkan, tetapi juga dari bagaimana kondisi tim di bawah kepemimpinan mereka.


Dengan cara ini, bisnis agen travel umroh Anda akan memiliki manajer yang tidak hanya berkompeten, tetapi juga dekat dengan karyawan. Kedekatan ini merupakan hal yang baik karena membuat karyawan merasa lebih nyaman dan mereka pun tidak akan berpikir untuk resign.


4. Ciptakan Lingkungan Kerja yang Aman Secara Psikologis


Bisa dikatakan jika saat ini, psychological safety atau kondisi di mana karyawan merasa aman untuk berbicara, bertanya, mengakui kesalahan, dan menyampaikan ide tanpa takut dihakimi menjadi perkara krusial dalam manajemen perusahaan. 


Hal ini cukup beralasan karena lingkungan yang tidak aman secara psikologis akan menguras energi secara diam-diam setiap harinya. Karyawan nantinya akan datang bekerja dengan rasa cemas, pulang dengan rasa lelah yang lebih dari sekadar kelelahan fisik. Kondisi inilah yang pada akhirnya membuat karyawan memutuskan untuk resign.


Terkait upaya menciptakan lingkungan kerja yang aman secara psikologis, Anda bisa saja membuat mekanisme yang memungkinkan karyawan menyampaikan kritik dan saran secara aman. Selain itu, berusahalah untuk memastikan karyawan mengerjakan pekerjaan sesuai dengan jobdesc masing-masing. 


5. Tinjau Ulang Kompensasi dan Benefit Secara Berkala


Tips selanjutnya yang bisa Anda terapkan dalam perbaikan manajemen bisnis travel umroh agar tingkat turnover karyawan turun adalah meninjau ulang kompensasi dan benefit yang didapatkan karyawan secara berkala. 


Bisa dikatakan jika poin ini sangat krusial karena baik kompensasi dan benefit kerap menjadi alasan kenapa karyawan bertahan. Tak hanya itu, kompensasi dan benefit yang diberikan pada karyawan bisa menjadi tanda bahwa pihak manajemen memiliki kepedulian pada setiap karyawan yang bekerja. 


Tingkatkan Manajemen Bisnis Travel Umroh dengan Layanan MuslimPergi!

Aplikasi manajemen travel umroh dan haji, Sumber: dok pribadi


Beberapa poin di atas bisa dijadikan solusi untuk mengatasi masalah turnover karyawan tinggi dan membuat karyawan lebih bahagia dalam bekerja. Nah, untuk Anda yang ingin melakukan perbaikan manajemen bisnis, MuslimPergi hadir dan siap menjadi mitra Anda.


MuslimPergi menawarkan software manajemen travel umroh yang bisa diandalkan. Dengan software ini, Anda bisa menyusun ulang manajemen bisnis dengan lebih baik dan terperinci. Tidak hanya itu, Anda pun nantinya bisa lebih mudah untuk melakukan evaluasi untuk menemukan sumber masalah yang berkaitan dengan turnover karyawan.


Jadi, tunggu apalagi. Segera hubungi CS MuslimPergi dan aplikasikan sistem manajemen travel umroh terpercaya demi bisnis yang terus berkembang dari waktu ke waktu!