Ketika berbincang tentang pemasaran bisnis, mengenal berbagai jenis pasar adalah hal penting agar strategi pemasaran bisa diterapkan dengan efisien dan tepat. Nah, di antara banyak opsi strategi yang tersedia, diversity marketing adalah salah satu yang populer. Strategi pemasaran ini bisa diandalkan untuk menyasar segmen pasar yang lebih beragam dengan pendekatan yang lebih relevan.
Bisa dikatakan, strategi pemasaran diversity merupakan langkah tepat untuk menjangkau target pasar yang lebih luas, utamanya dengan mempertimbangkan kebutuhan serta karakteristik. Tentu saja strategi ini bisa diaplikasikan untuk berbagai jenis bisnis, termasuk bisnis travel haji dan umroh.
Lantas, bagaimana penerapan strategi diversity marketing ini untuk bisnis travel haji dan umroh serta apa keuntungan yang akan didapatkan? Simak ulasan selengkapnya!
Memahami Konsep Diversity Marketing dalam Bisnis Travel dan Umroh

Sebagaimana disinggung sebelumnya, diversity marketing bisa dijadikan salah satu strategi pemasaran yang efektif untuk mempromosikan paket umroh yang Anda miliki. Strategi ini sendiri menekankan pada keberagaman dalam preferensi, kebutuhan serta latar belakang konsumen sebagaimana psikologi marketing.
Dalam praktiknya, diversity marketing akan mendorong pemilik travel umroh untuk menyesuaikan produk dan layanan yang dimiliki. Misalnya saja, menyediakan paket umroh keluarga, paket umroh premium yang lebih eksklusif dan lainnya. Pendekatan yang dilakukan nantinya akan membantu perusahaan untuk memahami kebutuhan target pasar dengan lebih spesifik.
Tentu saja, penerapan konsep pemasaran yang beragam ini bisa menjadi nilai tambah yang unik pada bisnis travel umroh yang dikelola. Dengan nilai tambah ini, bukan tidak mungkin target pasar akan memiliki alasan yang lebih masuk akal untuk menggunakan layanan travel umroh yang Anda miliki.
Mengidentifikasi Segmen Target Jamaah Umroh

Dalam upaya penerapan strategi diversity marketing, memahami segmen target jamaah umroh adalah hal krusial yang harus dilakukan. Identifikasi ini akan memudahkan Anda untuk membuat klasifikasi target jamaah berdasar kategori tertentu hingga nantinya bisa menerapkan strategi promosi yang tepat.
Ada beberapa kategori yang bisa diterapkan untuk mengidentifikasi segmen target jamaah umroh, misalnya:
1. Jamaah Berdasarkan Usia
Opsi yang cukup mudah untuk membentuk segmentasi target jamaah umroh adalah mengelompokkan jamaah berdasarkan usia. Misalnya saja, ketika Anda menargetkan jamaah dari muslim yang masih muda, maka Anda bisa menyediakan fasilitas penunjang berbasis teknologi terkini yang memudahkan kebutuhan mereka.
Sebaliknya, ketika Anda menargetkan jamaah umroh yang berusia lebih lanjut, maka Anda perlu strategi yang berbeda. Jamaah umroh yang berusia lebih lanjut biasanya mencari layanan yang fokus pada kenyamanan serta kemudahan. Nah, Anda bisa menawarkan paket umroh dengan fasilitas duduk yang lebih nyaman, layanan medis yang lebih lengkap dan lainnya.
2. Preferensi Budaya dan Tradisi
Tidak ada salahnya jika Anda menjadikan preferensi budaya dan tradisi sebagai salah satu kategori yang digunakan untuk membuat segmentasi target jamaah. Poin ini sangat menarik karena tidak sedikit jamaah yang tetap ingin merasakan kesan ada di rumah sendiri saat melaksanakan ibadah umroh.
Dalam hal ini, Anda bisa saja memasukkan budaya atau tradisi setempat sebagai bagian dari layanan umroh yang ditawarkan. Contoh kecil, Anda bisa saja memasukkan menu masakan daerah tertentu sebagai bagian layanan. Sederhana memang, tetapi barangkali hal tersebut berhasil menarik minat target jamaah.
3. Pengelompokan Berdasarkan Tingkat Ekonomi
Satu lagi ide segmentasi jamaah umroh yang bisa Anda coba adalah pengelompokan berdasarkan tingkat ekonomi. Poin ini bisa menjadi dasar untuk membantu Anda menyediakan paket umroh yang tepat sesuai kebutuhan para jamaah.
Misalnya saja, jika Anda menargetkan jamaah dengan tingkat ekonomi relatif rata-rata, maka Anda bisa menawarkan paket umroh ekonomis agar mereka lebih mudah mendaftar. Sebaliknya, Anda juga bisa membuat layanan umroh premium untuk menyasar kalangan ekonomi atas dengan menawarkan layanan ekstra yang terbaik.
Penerapan Strategi Diversity Marketing dalam Bisnis Travel dan Umroh

Dengan keuntungan yang didapatkan, terutama untuk menyasar target jamaah kalangan tertentu yang lebih spesifik, diversity marketing adalah strategi pemasaran yang tepat untuk dilakukan. Hanya saja, tentu, penerapan strategi ini harus dilakukan dengan tepat pula agar manfaat yang dirasakan lebih optimal.
Ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk menerapkan strategi pemasaran ini, misalnya:
1. Menyesuaikan Paket Layanan Berdasarkan Segmen
Penerapan strategi diversity marketing untuk bisnis travel umroh yang pertama adalah menyesuaikan paket layanan berdasarkan segmen yang sudah dibuat. Sebagaimana disinggung sebelumnya, strategi pemasaran ini cukup efektif diaplikasikan untuk menjaring target jamaah dari kelompok tertentu berdasarkan kategori yang digunakan.
Nah, jika Anda sudah menentukan segmentasi target jamaah yang hendak disasar, maka Anda tinggal menyesuaikan paket layanan yang hendak diberikan. Misalnya saja, ketika Anda membuat segmen target jamaah yang sudah berkeluarga, maka sediakan layanan travel umroh yang secara cocok untuk keluarga.
Penyesuaian paket layanan ini membuat travel umroh cenderung lebih mudah untuk menarik perhatian jamaah. Selain itu, dengan layanan yang sesuai preferensi jamaah, tentu jamaah pun akan lebih mudah dan cepat untuk menentukan pilihan.
2. Penggunaan Media Sosial untuk Menjangkau Berbagai Segmen
Untuk menjalankan strategi diversity marketing, Anda perlu menggunakan media sosial. Ya, media sosial akan menjadi alat yang penting dalam penerapan strategi pemasaran travel umroh ini terutama untuk menjangkau target jamaah yang berusia lebih muda.
Berbagai platform media sosial yang tersedia seperti Instagram, Facebook, Twitter hingga TikTok bisa dijadikan “panggung” yang tepat untuk melakukan promosi, terutama untuk strategi influencer marketing. Mengingat, banyak target jamaah yang mengoperasikan berbagai platform media sosial tersebut dalam keseharian mereka.
Nah, jika platform media sosial lebih cocok untuk menjangkau target jamaah yang berusia muda, Anda bisa menggunakan pendekatan berbeda untuk mempromosikan layanan umroh ke target jamaah berusia lanjut. Cara yang lebih formal serta edukatif seperti menggunakan WhatsApp dan email marketing adalah opsi yang lebih relevan.
3. Menyediakan Fasilitas yang Memadai Berdasarkan Kebutuhan
Satu lagi cara untuk menerapkan strategi diversity marketing pada layanan travel umroh adalah dengan menyediakan layanan memadai berdasarkan kebutuhan. Tentu, poin ini juga cukup krusial karena fasilitas khusus yang ditawarkan akan menjadi pembeda sekaligus alasan target jamaah memilih layanan yang Anda tawarkan daripada lainnya.
Misalnya saja, ketika Anda menargetkan para lansia sebagai target jamaah dan menyediakan paket umroh khusus lansia, maka Anda bisa melengkapinya dengan fasilitas ekstra. Misalnya saja, Anda menyediakan fasilitas kursi roda, penginapan yang mudah diakses serta fasilitas yang lebih memadai.
Tentu, dalam hal ini, Anda sebagai pemilik bisnis travel umroh harus senantiasa melakukan evaluasi pada fasilitas yang diberikan. Evaluasi ini bertujuan untuk memastikan jika fasilitas yang diberikan memang sesuai dengan kebutuhan jamaah dari segmen yang berbeda serta tidak memberikan beban tambahan pada operasional.
Nah, beberapa poin di atas adalah bagaimana diversity marketing bisa dijadikan opsi yang tepat untuk menjangkau lebih banyak target jamaah. Terkait hal ini, MuslimPergi menghadirkan aplikasi jamaah umroh yang bisa menunjang keinginan Anda memberikan layanan umroh berbasis keberagaman.