Hukum Titip Doa Saat Umroh, Bolehkah Menurut Syariat?

Salah satu hal yang sering dilakukan oleh orang Indonesia yang berangkat umroh adalah membawa titipan doa dari keluarga atau teman. Mereka berharap agar doa-doa tersebut bisa dikabulkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala di tanah suci. Namun, apakah hukum titip doa saat umroh itu boleh menurut syariat? Apakah ada dalil yang menguatkan atau melemahkan praktik ini?

Titip doa saat umroh biasanya datang dari seseorang yang tidak bisa berangkat umroh. Tujuannya agar orang umroh akan memohonkan doanya di tempat tempat-tempat mustajab seperti Masjidil Haram, Masjid Nabawi, Arafah, Muzdalifah, dan Mina. dengan harapan doa-doa tersebut lebih diijabah oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. 

Dalam hal ini, perlu disadari bahwa umroh adalah ibadah yang dijalankan sebagai bentuk ketaatan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Tentunya dalam menjalankan ibadah umroh, harus berpegang teguh pada ajaran agama. 

Namun, apakah ini berarti harus menghindari tradisi titip doa saat umroh? Mari simak bersama-sama hukum titip doa saat umroh menurut syariat Islam.

Keutamaan Berdoa Saat Umroh

Salah satu ibadah yang banyak diminati oleh umat Islam adalah umroh. Umroh adalah ibadah yang dilakukan di tanah suci Mekah dengan mengikuti beberapa rukun dan syarat tertentu. Umroh memiliki banyak keutamaan dan pahala yang luar biasa bagi pelakunya. Salah satu keutamaan umroh adalah berdoa saat umroh.

Berdoa adalah salah satu cara untuk mendekatkan diri dan bentuk penghambaan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dan memohon segala kebaikan dari-Nya. Terutama saat umroh. 

Berdoa saat umroh, Sumber: umroh.com
Berdoa saat umroh, Sumber: umroh.com

Salah satu keutamaan berdoa saat umroh adalah doanya mustajab. Dalam salah satu hadist menyebutkan,

Dari Jabir ra, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Orang-orang yang berhaji dan berumrah adalah tamu-tamu Allah. Allah memanggil mereka dan mereka datang, maka mereka minta kepada Allah dan Allah akan mengabulkan.” (HR. Al-Bazzahr, sebagaimana dalam At-targhib, no. 1658)

Hadits ini diperkuat oleh riwayat Ibnu Umar, di mana Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Orang yang berperang di jalan Allah, para haji dan mu’tamir (orang yang umrah) adalah tetamu Allah. Allah memanggil mereka dan mereka datang, maka bila mereka meminta (sesuatu) kepada Allah niscaya Ia kabulkan.” (HR. Ibnu Majah, no. 2893)

Berdoa saat umroh bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja selama berada di Tanah Suci Mekah. Namun, ada beberapa waktu dan tempat yang lebih utama untuk berdoa saat umroh, seperti saat thawaf. 

Berdoa di Multazam (Pintu Ka’bah) juga menjadi salah satu amalan sunnah saat thawaf. Karena waktu dan tempat ini, doa lebih diijabah oleh Allah Subhanahu wa ta’ala. 

Doa yang dimohonkan bisa menggunakan bahasa apa saja yang dimengerti. Tidak ada batasan bahasa untuk berdoa kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Yang penting adalah keyakinan bahwa akan dikabulkan. Namun tetap memperhatikan adab dan sopan santun, serta menghindari doa yang mengandung kemaksiatan.

Hukum Titip Doa Saat Umroh Menurut Syariat

Kesempatan menunaikan ibadah umroh bagi seorang muslim tentunya sangat membahagiakan. Bisa beribadah dan memohonkan doa secara langsung di tanah suci Mekkah. Sudah menjadi kebiasaan kerabat akan menitipkan selembar kertas berisi doa yang minta untuk dibacakan di tanah suci. 

Pada dasarnya berdoa memang bisa dilakukan sendiri. Namun orang yang berumroh dianggap sebagai tamu Allah Subhanahu wa ta’ala sesuai dengan hadits Rasulullah. Allah Subhanahu wa ta’ala akan memberikan apa yang diminta oleh tamu-Nya. Oleh sebab itu banyak orang yang memohonkan doa pribadi saat umroh ataupun titipan doa. 

Hukum titip doa kepada orang yang sedang umroh, Sumber: twitter.com
Hukum titip doa kepada orang yang sedang umroh, Sumber: twitter.com

Dalam Islam, hukum titip doa saat umroh menurut syariat adalah mubah atau boleh-boleh saja selama tidak melanggar syariat atau rukun umroh. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam hal titip doa saat umroh, yaitu:

  • Jangan menitipkan doa yang bertentangan dengan syariat Islam, seperti meminta sesuatu yang haram, syirik, atau merugikan orang lain.
  • Tidak menitipkan doa yang terlalu banyak atau terlalu panjang, sehingga menyulitkan atau membebani orang yang dititipi doa. Sebaiknya tulis doa secara ringkas dan jelas di kertas kecil atau di ponsel.
  • Jangan menitipkan doa dengan cara yang mengganggu konsentrasi atau ketenangan orang yang dititipi doa, seperti menelponnya saat ia sedang shalat atau thawaf, atau memaksanya untuk membacakan doa di tempat-tempat tertentu.
  • Tidak menggantungkan harapan hanya pada titip doa saat umroh, tetapi tetap berdoa sendiri dengan ikhlas dan yakin kepada Allah. Karena Allah Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan doa hamba-Nya.

Titip Doa Saat Umroh di Masa Nabi

Titip doa sejatinya sudah dilakukan juga pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Ini adalah salah satu dalil yang menjadi dasar praktik titip doa saat umroh.

Dalam riwayat Imam Tirmidzi (5/569) melalui sahabat Utsman bin Hunaif, Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah didatangi oleh seorang yang buta. Beliau meminta kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam untuk didoakan agar butanya itu diangkat oleh Allah Subhanahu wa ta’ala dan dia bisa melihat kembali lagi. Apakah Nabi menolak? Sama sekali tidak. kalau memang tidak boleh, pastilah Nabi menolak.

Dalam riwayat lain, riwayat Muslim (hadits no. 2542), cerita tentang khoirut-tabi’in (sebaik-baiknya tabi’in) Uwais Al-Qorni Al-Yamani, dimana ketika itu Nabi memerintahkan Umar bin Khaththab untuk meminta kepada Uwais agar didoakan dan dimintakan ampun kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. 

Titip doa saat umroh di masa Nabi, Sumber: acehprov.go.id
Titip doa saat umroh di masa Nabi, Sumber: acehprov.go.id

Umar berkata: “Aku mendengar Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: akan datang nanti Uwais bin ‘Amir bersama rombongan dari Yaman…. Dia punya ibu yang ia sangat berbekati sekali kepada ibunya, kalau dia bersumpah kepada Allah, pastilah Allah mengabulkannya, kalau kamu bisa memintakan ampun kepada Allah melalui dia, maka lakukanlah

Maka ketika musim haji datang, Umar radhiallahu ‘anhu menunggu-nunggu kedatangan rombongan dari Yaman guna mencari Uwais Al-Qorni agar bisa didoakan oleh beliau. Akhirnya bertemu juga dengan Uwais dan meminta dimohonkan ampun kepada Allah untuknya atas rekomendasi dari Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam.

Dari penjelasan diatas, titip doa saat umroh dibolehkan dengan syarat doa tidak mengandung maksiat dan tidak mengganggu ibadah orang yang umroh. Dengan tetap berusaha berdoa sendiri kepada Allah dan tidak menggantungkan hanya pada orang yang dititipi doa saat umroh. 

Tingkatkan Edukasi Jamaah Dengan Layanan Muslim Pergi 

Pentingnya pemahaman mengenai hukum titip doa saat umroh dan ibadah umroh Ramadhan, menekankan perlunya upaya peningkatan edukasi kepada jamaah. Dalam rangka memberikan pelayanan terbaik, biro travel umroh harus memberikan informasi akurat dan jelas mengenai tata cara melaksanakan ibadah umroh sesuai dengan ajaran agama yang benar. 

Terkait hal tersebut, Muslim Pergi menyediakan software manajemen umroh yang dapat membantu biro travel umroh dalam mempersiapkan perjalanan umroh jamaah. Dengan menggunakan software ini, Anda sebagai penyedia layanan biro umroh akan mendapatkan kemudahan untuk memberikan edukasi pada para jamaah.

Tidak hanya itu, Anda pun nantinya bisa meningkatkan manajemen bisnis umroh dengan lebih baik. Bukan hanya sekedar membuat paket umroh yang lebih cocok, tetapi juga menyusun strategi promosi umroh yang lebih efektif. 

Nah, jangan lewatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kualitas pelayanan biro travel umroh Anda dan memberikan pengalaman umroh terbaik untuk jamaah Anda. Segera hubungi layanan Muslim Pergi untuk informasi lebih lanjut!