Tata Cara Puasa Syawal Yang Benar, Sayang Jika Dilewatkan!

Setelah menjalani serangkaian ibadah pada bulan Ramadhan, umat muslim disibukkan dengan tradisi perayaan hari Idul Fitri di bulan Syawal. Biasanya pada bulan ini, sebagian umat muslim memilih untuk pulang ke kampung halaman untuk bersilaturahim dengan keluarga dan sanak saudara. Disamping itu, terdapat sebuah amalan sunnah yang sangat sayang apabila dilewatkan. Amalan tersebut adalah puasa sunnah syawal. Bagaimanakah tata cara puasa syawal itu sendiri?

Salah satu puasa sunnah yang dijalankan sekaligus dianjurkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah puasa sunnah di bulan Syawal. Meskipun masuk dalam kategori ibadah sunnah, Puasa tersebut memiliki banyak keutamaan yang dapat diraih apabila dijalankan sesuai tata cara puasa syawal yang benar.

Keutamaan Menjalankan Puasa Syawal

Sebagai umat muslim tentu mengetahui bahwa setiap ibadah wajib maupun sunnah memiliki keutamaan-keutamaannya sendiri. Tak terkecuali dengan puasa sunnah yang ditunaikan pada bulan Syawal. Keutamaan yang dimiliki pada puasa syawal telah tercantum dalam salah satu hadits yang diriwayatkan dari Abu Ayyub Radhiyallahu Anhu yaitu sebagai berikut:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim no. 1164)

Dari hadits diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa seorang muslim yang tuntas menjalankan ibadah puasanya di bulan Ramadhan dan ditambah dengan berpuasa sebanyak enam hari di bulan Syawal maka ia akan mendapatkan pahala puasa layaknya orang yang berpuasa selama setahun penuh.

Tata Cara Puasa Syawal Menurut Sunnah

tata cara puasa syawal menurut sunnah. Sumber: bincangsyariah
tata cara puasa syawal menurut sunnah. Sumber: bincangsyariah

Seperti puasa sunnah lainnya, puasa sunnah di bulan syawal juga memiliki ketentuan dan tata cara tertentu yang diambil dari tuntunan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Berikut adalah tata cara puasa syawal yang bisa menjadi acuan bagi Anda.

1. Waktu Puasa Syawal

Sebagaimana yang telah disebutkan dalam hadits, total hari yang ditentukan untuk menjalankan puasa syawal ada sebanyak enam hari. Ada dua pilihan untuk menjalankan puasa syawal ini, yaitu:

  • Berpuasa syawal yang dilakukan secara berturut-turut (mutatabi’ah) dan dijalankan bersambung setelah hari Eid (muttashilah) yaitu mulai dari tanggal 2 hingga 7 Syawal. Menjalankan puasa syawal diwaktu ini lebih afdhal disebabkan bersegera dalam menjalankan ibadah dan mencegah lupa apabila ditunda-tunda.
  • Berpuasa tidak secara berurutan dan tidak dimulai tanggal 2 Syawal, hal ini tentunya tetap dibolehkan dan tetap mendapatkan ganjaran pahala layaknya berpuasa selama setahun.

2. Bacaan Niat atau Doa Puasa Syawal

Berniat untuk menjalankan puasa syawal bisa dilakukan pada malam hari sebelum ia menjalankan puasa. Namun, Anda juga boleh berniat puasa Syawal di siang hari dan boleh membatalkan puasa saat menjalankan puasa sunnah.

Dalil ini berlandaskan pada peristiwa dimana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menanyakan apakah ada sesuatu yang bisa dimakan kepada keluarganya. Setelah mengetahui bahwa tidak ada makanan, maka Rasulullah berkata bahwa beliau memilih dan berniat untuk berpuasa pada saat itu juga. Sama seperti puasa lainnya, tidak ada niat khusus yang harus dilafadzkan ketika hendak berpuasa.

3. Mendahulukan Membayar Hutang Puasa (Puasa Qodho)

Mengqodo puasa Ramadhan biasanya dilakukan oleh kaum muslimah disebabkan adanya udzur syar’I yaitu terjadinya haid yang dialami wanita. Udzur syar’I lainnya yang menyebabkan seseorang harus mengqadha puasa adalah ketika orang tersebut dalam keadaan safar atau sedang sakit yang mana tidak memungkinkan baginya untuk berpuasa.

Mendahulukan puasa Qodho sebab haid. Sumber: klikdokter
Mendahulukan puasa Qodho sebab haid. Sumber: klikdokter

Dalam hal ini, Ibnu Rajab Al Hambali Rahimahullah mengatakan bahwa bagi orang yang memiliki kewajiban untuk mengqodho puasa Ramadhan, maka hendaklah ia menjalankan puasa qodhonya terlebih dahulu di bulan Syawal. Sebab hal tersebut akan membuat kewajibannya sebagai seorang muslim menjadi gugur. Setelah melaksanakan kewajibannya untuk membayar hutang puasa, maka ia bisa memulai untuk berpuasa enam hari di bulan Syawal.

4. Dibolehkan Puasa Pada Hari Jum’at dan Hari Sabtu

Dalam menjalankan puasa syawal bisa saja jatuh pada hari Jum’at atau hari Sabtu. Mengenai hal ini, Imam Nawawi mengatakan bahwa ulama Syafi’iyah memiliki pendapat tentang dimakruhkannya menunaikan puasa pada hari Jum’at. Akan tetapi, apabila diikuti puasa sebelum atau sesudahnya atau hari tersebut bertepatan dengan kebiasaan puasa, maka tidaklah makruh.

Pendapat tersebut menunjukkan bahwa masih dibolehkannya umat muslim untuk berpuasa syawal pada hari Jum’at sebab bertepatan dengan kebiasaan. Sama halnya dengan berpuasa syawal di hari Sabtu.

5. Berpuasa Syawal di Bulan Dzulqa’dah

Mungkin sebagian dari umat muslim ada yang luput dalam menjalankan puasa sunnah di bulan Syawal. Terkait kondisi tersebut, para ulama Syafi’iyah menganggap bahwa hal tersebut masih diperbolehkan. Seseorang muslim boleh mengqodho puasa syawal di bulan Dzulqa’dah. Akan tetapi, pahala yang diraih tidak akan sama apabila berpuasa sunnah pada bulan Syawal.

Menunaikan puasa di bulan Syawal hukumnya adalah sunnah. Namun, apabila dijalankan maka orang tersebut bisa mendapatkan pahala yang berlimpah. Apalagi jika dibarengi dengan ibadah umroh di bulan Syawal.

Berpuasa syawal saat menjalankan umroh. Sumber: detik.com
Berpuasa syawal saat menjalankan umroh. Sumber: detik.com

Saat ini, Muslim Pergi memberikan kemudahan untuk para agen travel melalui aplikasi travel umroh yang sangat praktis untuk digunakan. Sehingga para agen memberikan pelayanan yang terbaik dan efektif untuk konsumennya yang ingin menunaikan ibadah umroh di bulan Syawal atau bulan lainnya. Segera gunakan aplikasi ini untuk meng-upgrade perusahaan travel Anda menjadi lebih profesional.