Banyak Jamaah yang Membatalkan Umroh, Apa Sebabnya?

Umroh adalah ibadah yang banyak diminati oleh umat Islam di Indonesia. Sebagai pebisnis travel umroh, Anda mungkin telah menghadapi tantangan besar dalam beberapa tahun terakhir. Belakangan ini terdapat fenomena yang cukup mengkhawatirkan, yaitu banyak jamaah yang membatalkan umroh mereka.

Apa sebabnya? Apakah ada masalah dengan biro travel umroh? Atau ada faktor lain yang mempengaruhi keputusan mereka? Tentu, fenomena ini harus menjadi catatan khusus tersendiri. Terlebih, jika disimak, persaingan dalam bisnis ini pun semakin lama juga semakin ketat. 

Nah, pada kesempatan ini akan dibahas beberapa kemungkinan sebab yang membuat para jamaah membatalkan keberangkatan umroh mereka serta cara untuk menanggulanginya. Simak ulasannya!

Alasan Batal Umroh yang Biasanya Terjadi

Dalam setiap pemberangkatan umroh ada kemungkinan satu orang atau lebih yang membatalkan untuk berangkat. Ada beberapa faktor yang menyebabkan jamaah membatalkan ibadah umroh baik itu dari jamaah sendiri ataupun dari biro travel umroh. 

Berikut ini beberapa alasan jamaah yang membatalkan umroh yang biasanya terjadi:

1. Kesehatan yang Tidak Memungkinkan

Membatalkan umroh karena sakit, Sumber: keymedia.com
Membatalkan umroh karena sakit, Sumber: keymedia.com

Selain karena berada pada kondisi lingkungan yang ekstrim di Arab, seperti suhu yang panas ataupun dingin, umroh adalah ibadah yang membutuhkan stamina dan fisik yang prima. Kondisi kesehatan yang tidak baik akan menghambat atau mengganggu ibadah jamaah.

Jika jamaah mengalami sakit atau cedera yang serius yang mengganggu mobilitas jamaah, maka memilih untuk menunda keberangkatan sampai kondisi membaik adalah pilihan yang bijaksana. Hal ini untuk menghindari risiko yang lebih besar, seperti meninggal atau terlantar di tanah suci.

2. Situasi Politik dan Keamanan yang Tidak Stabil

Meskipun Tanah Suci adalah tempat yang aman dan damai, namun ada kemungkinan terjadi konflik atau bencana di sekitarnya. Misalnya, perang, terorisme, gempa bumi, banjir, atau wabah penyakit. 

Jika hal-hal tersebut terjadi, maka pemerintah atau otoritas setempat bisa menutup akses masuk atau keluar dari tanah suci. Ini akan menyulitkan jamaah untuk melaksanakan umroh dengan lancar dan nyaman. Oleh karenanya, wajar apabila jamaah memilih untuk membatalkan keberangkatan umroh mereka. 

3. Keuangan atau Administrasi

Terdapat masalah administrasi, Sumber: transform-mpi.com
Terdapat masalah administrasi, Sumber: transform-mpi.com

Umroh membutuhkan biaya yang tidak sedikit, baik untuk tiket pesawat, visa, akomodasi, transportasi, maupun biaya hidup selama di tanah suci. Jika jamaah mengalami kesulitan keuangan atau kehilangan sumber pendapatan mereka, maka mereka mungkin harus membatalkan umroh sampai mereka memiliki dana yang cukup. 

Selain itu, jamaah juga harus memenuhi persyaratan administrasi yang ditetapkan oleh pemerintah atau travel umroh. Misalnya, memiliki paspor yang masih berlaku, vaksinasi, surat keterangan sehat, dan lain-lain. Jika jamaah tidak bisa memenuhi persyaratan tersebut, maka mereka tidak bisa berangkat umroh.

4. Faktor Pribadi atau Keluarga 

Di Indonesia umroh, telah menjadi ibadah yang tidak hanya berkaitan dengan diri sendiri, tapi juga dengan keluarga dan orang-orang terdekat. Jika jamaah memiliki masalah pribadi atau keluarga yang mengganggu pikiran dan hati mereka, maka mereka mungkin tidak bisa khusyuk dalam beribadah. 

Misalnya, ada konflik dengan pasangan, anak, orang tua, saudara, atau teman. Atau ada tanggung jawab atau kewajiban yang harus diselesaikan terlebih dahulu. Atau ada hal-hal yang membuat jamaah merasa bersalah atau takut untuk berangkat umroh. Hal tersebut bisa menjadi salah satu faktor penghambat jamaah untuk melaksanakan umroh. 

5. Takdir Allah Subhanahu wa ta’ala

Ini adalah sebab yang paling sulit untuk diterima oleh jamaah. Kadang-kadang, Allah Subhanahu wa ta’ala memiliki rencana yang lebih baik untuk hamba-Nya. Mungkin Allah ingin menguji kesabaran dan keikhlasan jamaah atau ingin memberikan kesempatan kepada jamaah untuk berangkat haji daripada umroh. 

Ada juga asumsi lain bahwa mungkin Allah Subhanahu wa ta’ala ingin memberikan ganjaran yang lebih besar kepada jamaah di akhirat daripada di dunia. Apapun sebabnya, jamaah harus berserah diri kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dan percaya bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan usaha dan niat baik mereka.

6. Wabah Penyakit atau Bencana Alam 

Salah satu alasan utama di balik pembatalan perjalanan umroh pada tahun 2020 adalah pandemi COVID-19 yang melanda seluruh dunia. Virus ini telah mengubah cara melakukan perjalanan internasional. Selain itu juga membuat banyak negara memberlakukan pembatasan perjalanan yang ketat. Mungkin Anda juga merasakan efeknya secara langsung. 

Saudi Arabia sebagai tujuan umroh juga menerapkan aturan pembatasan dan kuota jamaah umroh yang lebih rendah. Aturan karantina, ketakutan akan penyebaran dan tertular virus, risiko terjebak di luar negeri serta persyaratan kesehatan dan keamanan yang lebih ketat menjadi faktor yang mempengaruhi keputusan pembatalan.

Tips untuk Biro Travel Umroh dalam Mengatasi Pembatalan Pemberangkatan Umroh

Jamaah yang membatalkan umroh karena berbagai alasan menjadi satu tantangan tersendiri bagi biro travel umroh. Apalagi di masa pandemi banyak jamaah yang batal berangkat umroh karena larangan pemerintah Arab Saudi atau khawatir tertular virus corona. 

Lalu, apa yang bisa dilakukan? Berikut ini ada beberapa cara yang bisa dicoba oleh biro travel umroh:

1. Menawarkan Opsi Refund kepada Jamaah

Opsi refund biaya kebarangkatan umroh, Sumber: trvlguides.com
Opsi refund biaya kebarangkatan umroh, Sumber: trvlguides.com

Biro travel umroh bisa menawarkan untuk pengembalian uang kepada jamaah yang batal umroh. Hal ini bisa dilakukan jika uang jamaah masih berada di kantong biro travel dan belum digunakan untuk membayar tiket pesawat, hotel, visa, dan lain-lain. Cara ini bisa menghindari kerugian dari kedua belah pihak dan menjaga kepercayaan jamaah terhadap biro travel.

2. Memberikan Penjadwalan Ulang 

Ini bisa dilakukan jika uang jamaah sudah di-deposit ke maskapai penerbangan, hotel, atau pihak lain yang terkait dengan perjalanan umroh. Cara ini bisa memberikan kesempatan kepada jamaah untuk tetap melaksanakan ibadah umroh di waktu yang lebih baik dan aman.

3. Menawarkan Paket Umroh Baru Kepada Jamaah

Ini bisa dilakukan untuk mendapatkan pendapatan baru yang bisa digunakan untuk memberangkatkan jamaah yang batal umroh sebelumnya. Biro bisa memberikan penjelasan lebih rinci mengenai paket-paket baru atau yang tersedia, seperti paket umroh murah atau paket lainnya.  

Dengan banyak pilihan paket, jamaah bisa memilih sesuai preferensi. Dengan cara ini juga bisa membantu biro travel umroh untuk bertahan di masa pandemi dan meningkatkan pelayanan kepada jamaah.

Bagi sebagian orang membatalkan umroh mungkin adalah pilihan terakhir yang mau tidak mau dipilih oleh jamaah. Kadang sulit bagi jamaah untuk menghadapi keadaan tersebut. Maka, biro travel umroh bisa memberi pendampingan berupa dukungan moral dan empati melalui tour leader umroh yang sudah disiapkan. 

Dengan cara-cara di atas, biro travel umroh bisa mengatasi jamaah yang membatalkan umroh dengan bijak dan profesional. Dengan begitu hubungan baik dengan mereka juga tetap terjaga dan layanan berkualitas tetap bisa diberikan. Semoga kita semua bisa diberi kesempatan beribadah ke Tanah Suci dengan lancar. Aamin 

Meningkatkan Layanan Umroh dengan MuslimPergi

Dalam menghadapi alasan jamaah batal umroh, salah satu cara untuk memaksimalkan layanan adalah dengan memanfaatkan platform seperti MuslimPergi. MuslimPergi adalah sebuah software manajemen travel umroh. Software ini memiliki fitur untuk memberikan informasi terbaru dan layanan terkait umroh. 

Selain itu, MuslimPergi juga dapat digunakan sebagai saluran komunikasi langsung antara biro travel umroh dan jamaah yang membatalkan umroh. Jadi biro dapat memberikan dukungan secara langsung terkait pembatalan jamaah, seperti menawarkan opsi-opsi refund atau reschedule

Segera bergabung untuk meningkatkan reputasi biro travel umroh Anda!