Bagaimana Agar Tetap Istiqomah di Jalan Allah

16 Feb 2021

Image

Bagaimana Agar Tetap Istiqomah di Jalan Allah

Allah SWT menciptakan manusia dan seluruh makhluk hidup lainnya dengan diperintahkan untuk senantiasa beribadah dan tunduk pada-Nya. Namun seringkali kita melalaikan ibadah-ibadah tersebut, dan cenderung mengabaikan segala perintah-Nya dengan lebih mementingkan duniawi. Hal ini bisa diakibatkan karena kemalasan, hawa nafsu atau godaan syaitan yang menyebabkan kita lalai akan kewajiban kita yang sesungguhnya.

Padahal nikmat Allah SWT pada hambaNya sangat tak terbatas. Di antara nikmat yang paling besar adalah nikmat iman dan islam. Demikian juga nikmat istiqomah di atas iman. Seperti ditunjukan pada hadits berikut:

Dari Sufyan bin Abdullâh ats-Tsaqafi, ia berkata: Aku berkata, “Wahai Rasûlullâh, katakan kepadaku di dalam Islam satu perkataan yang aku tidak akan bertanya kepada seorangpun setelah Anda!” Beliau menjawab: “Katakanlah, ‘aku beriman’, lalu istiqomahlah”. [HR Muslim, no. 38; Ahmad 3/413; Tirmidzi, no. 2410; Ibnu Majah, no. 3972].


Keutamaan Istiqomah


Anda pasti sering mendengar kata istiqomah dalam kehidupan sehari-hari. Ketika orang mengatakan istiqomah memang terdengar mudah, namun pada hakikatnya praktek untuk istiqomah ini tidaklah mudah. Ini berkaitan dengan keimanan dan ketaqwaan manusia ketika menjalankan ibadah.

Perintah untuk beristiqomah tatkala beribadah sejalan dengan perintah untuk selalu berada di jalan yang lurus. Sesuai dengan firman Allah SWT dalam ayat berikut:

فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ وَمَنْ تَابَ مَعَكَ وَلَا تَطْغَوْا ۚ إِنَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Artinya:

“Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (Qs Hud : 112)

Serta didalam ayat yang lain Allah SWT berfirman:

 إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ ﴿١٣﴾ أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ خَالِدِينَ فِيهَا جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ 

Artinya:

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Rabb kami ialah Allâh”, kemudian mereka tetap istiqomah (teguh pendirian dalam tauhid dan tetap beramal yang shalih) maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita. Mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.” [al-Ahqâf /46:13-14].


Cara Agar Tetap Istiqomah


Seperti yang kita ketahui bahwa istiqomah tidaklah mudah untuk dilakukan, maka dari itu inilah cara agar kita dapat istiqomah. Setidaknya ikhtiar kita senantiasa mengarah pada keistiqomahan walaupun ujian tentu pasti akan datang.

Meluruskan Niat dan Tujuan

Ketika menjalankan ibadah, hal yang paling utama dilaksanakan adalah niat. Dengan Anda baru saja memiliki niat yang baik, niscaya Allah SWT telah menghitung itu sebagai sebuah kebaikan. Seperti yang tertulis pada hadits berikut.

“Sesungguhnya setiap amalan hanyalah tergantung dengan niat-niatnya dan setiap orang hanya akan mendapatkan apa yang dia niatkan, maka barangsiapa yang hijrahnya kepada Allah dan RasulNya maka hijrahnya kepada Allah dan RasulNya dan barangsiapa yang hijrahnya karena dunia yang hendak dia raih atau karena wanita yang hendak dia nikahi maka hijrahnya kepada apa yang dia hijrah kepadanya”. (HR Bukhari dan Muslim)

Mengamalkan Al-Quran 

Dengan membaca dan mengamalkan Al-Quran, kita dapat termotivasi dan memiliki arah serta tujuan yang tepat untuk tetap istiqomah di jalan Allah. Mengamalkan Al-Quran dapat membuat kita semakin yakin bahwa Allah itu ada, dan Islam itu benar.

Allah berfirman dalam Surah An-Nahl ayat 102:

قُلْ نَزَّلَهُ رُوحُ الْقُدُسِ مِنْ رَبِّكَ بِالْحَقِّ لِيُثَبِّتَ الَّذِينَ آمَنُوا وَهُدًى وَبُشْرَىٰ لِلْمُسْلِمِينَ

Katakanlah: “Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan Al Quran itu dari Tuhanmu dengan benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)“

Berkawan dengan Orang Sholeh

Dalam sebuah hadis Rasulullah SAW bersabda,

"Seseorang yang duduk (berteman) dengan orang saleh dan orang yang buruk, bagaikan berteman dengan pemilik minyak wangi dan pandai besi. Pemilik minyak wangi tidak akan merugikanmu, engkau bisa membeli (minyak wangi) darinya atau minimal engkau mendapat baunya. Adapun berteman dengan pandai besi, jika engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu hangus terbakar, minimal engkau mendapat baunya yang tidak sedap.” (HR. Imam Bukhari).


Tag: istiqomah, ibadah
Icon