Setelah bulan Ramadhan berakhir, banyak Muslim yang ingin tetap menjaga semangat ibadah dengan menjalankan puasa sunnah di bulan Syawal. Namun bagi sebagian orang yang masih memiliki utang puasa Ramadhan, muncul pertanyaan yang cukup sering dibahas, yakni puasa qadha atau puasa Syawal dulu yang sebaiknya didahulukan?
Pertanyaan ini sering muncul di tengah masyarakat, terutama setelah Idul Fitri. Tidak sedikit orang yang ingin segera meraih keutamaan puasa enam hari di bulan Syawal, tetapi di sisi lain masih memiliki kewajiban mengganti puasa Ramadhan yang tertinggal. Kondisi inilah yang membuat banyak orang ragu menentukan prioritas ibadah yang tepat.
Topik puasa qadha atau puasa syawal juga kerap ditanyakan oleh jamaah umroh kepada ustadz, pembimbing manasik, maupun pihak penyelenggara perjalanan ibadah terutama ketika mereka menjalankan ibadah umroh di bulan Syawal. Karena itu, penting kiranya bagi travel umroh untuk memberikan edukasi keagamaan bagi para jamaah.
Keutamaan Puasa Enam Hari di Bulan Syawal

Puasa sunnah di bulan Syawal, Sumber: mjc.org.za
Puasa enam hari di bulan Syawal merupakan salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Keutamaannya bahkan disebutkan secara langsung dalam hadis Rasulullah.
Dalam hadits riwayat Imam Muslim, Rasulullah bersabda bahwa siapa saja yang berpuasa Ramadhan kemudian melanjutkannya dengan enam hari di bulan Syawal, maka pahalanya seperti berpuasa selama satu tahun penuh. Dalil ini membuat banyak Muslim bersemangat menjalankan puasa Syawal setelah Idul Fitri.
Pahala besar tersebut berasal dari perhitungan amal bahwa satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh. Puasa Ramadhan selama satu bulan setara dengan sepuluh bulan pahala, sedangkan puasa enam hari di bulan Syawal setara dengan dua bulan pahala. Jika digabungkan, maka totalnya menjadi pahala puasa selama satu tahun.
Karena itulah banyak orang berusaha menjalankan puasa Syawal secepat mungkin setelah hari raya. Namun ketika seseorang masih memiliki utang puasa Ramadhan, maka muncul kembali pertanyaan tentang prioritas puasa qadha atau puasa Syawal.
Mengapa Puasa Qadha Lebih Diprioritaskan
Dalam banyak penjelasan ulama, puasa qadha lebih diprioritaskan karena hukumnya wajib. Sementara itu, puasa Syawal merupakan ibadah sunnah yang sifatnya anjuran.
Dalam kaidah fikih, amalan yang wajib memiliki kedudukan yang lebih tinggi dibandingkan amalan sunnah. Oleh karena itu, sebagian besar ulama menyarankan agar seseorang terlebih dahulu menyelesaikan utang puasa Ramadhan sebelum menjalankan puasa sunnah Syawal.
Selain itu, hadis yang menyebutkan keutamaan puasa Syawal juga menggunakan kalimat “siapa yang berpuasa Ramadhan lalu mengikutinya dengan enam hari di bulan Syawal.”
Para ulama menjelaskan bahwa kalimat tersebut menunjukkan bahwa puasa Ramadhan harus benar-benar disempurnakan terlebih dahulu.
Jika seseorang masih memiliki utang puasa, maka secara fikih puasanya belum dianggap sempurna. Karena itulah banyak ulama berpendapat bahwa dalam pilihan puasa qadha atau puasa syawal, yang lebih utama adalah mendahulukan qadha puasa.
Pendapat Ulama yang Membolehkan Puasa Syawal Lebih Dulu
Meskipun qadha puasa dianggap lebih utama dan harus didahulukan daripada puasa syawal, sebagian ulama ada yang memberikan pandangan yang lebih longgar dalam masalah ini. Mereka berpendapat bahwa seseorang tetap boleh menjalankan puasa Syawal terlebih dahulu meskipun masih memiliki utang puasa Ramadhan.
Pendapat ini didasarkan pada fakta bahwa waktu untuk mengganti puasa Ramadhan cukup panjang. Seseorang masih memiliki kesempatan untuk mengqadha puasa hingga sebelum datangnya Ramadhan berikutnya.
Sementara itu, puasa Syawal memiliki waktu yang terbatas, yaitu hanya selama bulan Syawal saja. Jika seseorang menunda puasa Syawal hingga semua qadha puasa selesai, ada kemungkinan ia tidak lagi memiliki waktu untuk menjalankannya.
Karena itulah sebagian ulama memberikan kelonggaran dalam kondisi tertentu. Namun mereka tetap menekankan bahwa kewajiban qadha puasa tidak boleh diabaikan dan harus tetap ditunaikan sebelum Ramadhan berikutnya.
Cara Mengatur Waktu Puasa agar Tidak Terlewat

Cara mengatur waktu puasa di bulan Syawal, Sumber: googleapis.com
Sebenarnya, menjalankan kedua puasa tersebut masih sangat memungkinkan dilakukan dalam bulan yang sama. Kuncinya adalah pengaturan waktu yang baik setelah Idul Fitri.
Misalnya, seseorang dapat langsung mulai mengganti puasa Ramadhan beberapa hari setelah lebaran. Jika utang puasanya tidak terlalu banyak, biasanya qadha puasa bisa diselesaikan dalam waktu yang relatif singkat.
Setelah kewajiban tersebut selesai, ia masih memiliki waktu yang cukup untuk menjalankan puasa enam hari di bulan Syawal. Selain itu, puasa Syawal juga tidak harus dilakukan secara berturut-turut.
Seseorang boleh menjalankannya secara terpisah, misalnya pada hari Senin dan Kamis. Dengan cara ini, peluang untuk mendapatkan keutamaan puasa Syawal tetap terbuka tanpa harus mengabaikan kewajiban qadha puasa.
Ini adalah solusi terbaik yang bisa diberikan. Memang, nantinya, seseorang akan cenderung lebih banyak atau bahkan menghabiskan bulan Syawal untuk berpuasa. Namun, apabila hal ini diniatkan sebagai bentuk ketaatan dan ketakwaan, maka akan menjadi sebuah pahala besar di mata Allah.
Pentingnya Edukasi Fikih bagi Jamaah
Seperti dibahas sebelumnya, pertanyaan tentang puasa qadha atau puasa Syawal cukup sering ditanyakan oleh jamaah yang hendak melaksanakan umroh di bulan Syawal. Oleh karenanya, Anda sebagai pemilik travel umroh perlu memberikan edukasi kepada para jamaah sebagai bentuk pelayanan optimal.
Dengan edukasi yang tepat,jamaah nantinya bisa beribadah lebih khusyuk. Tidak hanya itu, upaya Anda untuk memberikan edukasi kepada jamaah dapat menjadi nilai plus yang turut meningkatkan kepuasan mereka.

Software manajemen travel umroh Muslim Pergi, Sumber: dok pribadi
Nah, berbincang mengenai edukasi pada jamaah, MuslimPergi menawarkan aplikasi jamaah umroh yang bisa dimanfaatkan. Dengan aplikasi ini, jamaah nantinya akan mendapatkan kemudahan untuk mengakses berbagai informasi karena seluruh informasi tersedia langsung dari smartphone mereka.
Selain itu, MuslimPergi juga menyediakan software manajemen travel umroh untuk digunakan. Software ini cukup istimewa karena akan membantu Anda untuk meningkatkan manajemen bisnis umroh agar lebih profesional.
Jadi, tunggu apalagi. Segera bergabung dengan MuslimPergi dan dapatkan layanan terbaik untuk bisnis travel umroh yang terus berkembang!
